Pengaruh Konsentrasi Asam Fosfat dalam Pelindian Hasil Alkali Fusi Pasir Puya Terhadap Perolehan Senyawa Titania

Authors

  • Mifta Arifin

Abstract

Pasir puya (tailing) merupakan limbah yang dihasilkan dari proses penggerusan batuan tambang yang mengandung bijih mineral. Mineral yang terkandung diantaranya pasir kuarsa (Si), titanium dioksida (TiO2), besi oksida (FeO), zirkon (Zr), dan mineral lainnya tergantung pada lokasi. TiO2 atau titania dapat diperoleh dari ekstraksi ilmenit (FeTiO3) yang terkandung dalam pasir zirkon. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh konsentrasi asam fosfat dalam pelindian hasil alkali fusi pasir puya terhadap perolehan senyawa titania. Proses penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan yang diawali dengan preparasi sampel dengan melakukan pendulangan dan separasi magnetik, dilanjutkan dengan proses alkali fusion menggunakan NaOH pada suhu 900oC selama 1 jam, kemudian dilakukan proses pelindian dengan variasi konsentrasi asam fosfat (H3PO4) sebesar 3M, 5M, dan 7M, lalu filtrat hasil pelindian ditambahkan dengan NH4OH hingga terbentuknya endapan kemudian dilanjutkan dengan kalsinasi pada suhu 900oC selama 1 jam. Hasil ini kemudian dikarakterisasi dengan X-Ray Fluorescence (XRF) hasil karakterisasi XRF menunjukkan persentase titania pada masing-masing variasi konsentrasi asam fosfat 3, 5 dan 7M sebesar 9,544%, 16,066% dan 25,988%. Penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi asam fosfat dapat meningkatkan hasil titania yang diperoleh. Namun, ada beberapa faktor yang dapat menjadi pembatas reaksi dalam peningkatan konsentrasi yang lebih tinggi. Salah satunya adalah pembentukan lapisan produk padat yang dapat menghambat difusi ion ke permukaan mineral yang belum terlarut, selain itu peningkatan konsentrasi asam fosfat juga dapat menyebabkan pengendapan kembali dari produk yang terlarut, sehingga mengurangi efisiensi pelindian, kemudian dikarakterisasi X-Ray Diffraction (XRD) hasil karakterisasi XRD diperoleh sudut 2θ pada konsenrasi 3 M sudutnya 24,14 °, 37,89 ° dan 57,90 °, konsentrasi 5 M sudutnya 24,35 °, 37,88 ° dan 57,86 ° dan konsentrasi 7 M sudutnya 24,40 °, 37,90 ° dan 57,26 °, pada sudut ini menunjukkan bahwa mineral utama yang menyusun pada hasil akhir sampel adalah titania (TiO2) dalam bentuk tetragonal.

References

Agustina, D., Nofiani, R., dan Silalahi, H.I., 2021, Element Composition and Mineral Characteristic of Puya Sand from Sintang, West Kalimantan, Indo. J. Pure App. Chem, 4(1) : 11-16.

Astuti, P., Suryani, N., & Supriyanto, A. (2021). Problems of implementing the independent learning curriculum in Indonesia. International Journal of Research and Review, 8(3), 123-130

Panjaitan, E., 2021, Penggunaan Asam Fosfat dalam Pelindian, Jurnal Teknik Kimia, 7(2), 123130.

Sajima. (2018). Pelindian Natrium Zirkonat Menggunakan Asam Klorida Secara Catu. Eksplorium, 39(1), 67–74

Trisnawati, I., Prameswara, G., Rozana, K., Petrus, H.T.B.M., Prasetya, A., dan Mulyono, P., 2020, Pelindian Zirkonium dari Tailling Magnetik Pasir Zirkon Hasil Roasting Menggunakan NaOH, Metalurgi, 3 : 83-88

Warlinda, Y. A., & Zainul, R. (2019). Asam Posfat (H3PO4): Ionic Transformation of Phosphoric Acid in Aqueous Solution.

Zhang, X., et al., 2012, Efisiensi Pelindian Menggunakan H3PO4, Journal of Materials Science, 47(3), 112-118

Downloads

Published

2026-04-06