AKTIVITAS INHIBISI α-AMILASE EKSTRAK DAN FRAKSI DAUN GAHARU BUAYA (Aetoxylon Sympetalum) SECARA IN-VITRO
Abstract
Diabetes melitus adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa
darah, yang dapat menyebabkan komplikasi seperti kebutaan, penyakit jantung, dan amputasi.
Tanaman gaharu (Aetoxylon sympetalum) diketahui memiliki potensi sebagai agen anti diabetes
karena mengandung senyawa fitokimia utama seperti flavonoid, fenolik, alkaloid, saponin,
steroid, dan terpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas inhibisi α-amilase
ekstrak dan fraksi daun gaharu buaya secara in vitro melalui penghambatan enzim α-amilase.
Penentuan aktivitas inhibisi α-amilase menggunakan parameter IC50 yang bertujuan untuk
menentukan konsentrasi sampel yang dapat menghambat aktivitas inhibisi α-amilase sebesar
50%. Hasil pengujian fitokimia sampel baik ekstrak maupun fraksi daun gaharu buaya
mengandung senyawa flavonoid dan fenolik yang dapat menghambat aktivitas enzim α-amilase
dengan nilai IC50 yaitu ekstrak metanol sebesar 1326 ppm, fraksi n-heksan 1345 ppm, fraksi
metanol 1356 ppm dan fraksi etil asetat 1507 ppm. Nilai IC50 yang didapat pada masing-masing
sampel tergolong kategori sangat lemah.
References
Diabetes melitus adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa
darah, yang dapat menyebabkan komplikasi seperti kebutaan, penyakit jantung, dan amputasi.
Tanaman gaharu (Aetoxylon sympetalum) diketahui memiliki potensi sebagai agen anti diabetes
karena mengandung senyawa fitokimia utama seperti flavonoid, fenolik, alkaloid, saponin,
steroid, dan terpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas inhibisi α-amilase
ekstrak dan fraksi daun gaharu buaya secara in vitro melalui penghambatan enzim α-amilase.
Penentuan aktivitas inhibisi α-amilase menggunakan parameter IC50 yang bertujuan untuk
menentukan konsentrasi sampel yang dapat menghambat aktivitas inhibisi α-amilase sebesar
%. Hasil pengujian fitokimia sampel baik ekstrak maupun fraksi daun gaharu buaya
mengandung senyawa flavonoid dan fenolik yang dapat menghambat aktivitas enzim α-amilase
dengan nilai IC50 yaitu ekstrak metanol sebesar 1326 ppm, fraksi n-heksan 1345 ppm, fraksi
metanol 1356 ppm dan fraksi etil asetat 1507 ppm. Nilai IC50 yang didapat pada masing-masing
sampel tergolong kategori sangat lemah.
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Kimia Khatulistiwa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).