Etnozoologi Ritual Adat dan Mistis Oleh Masyarakat Suku Dayak Taman Kapuas Di Desa Urang Unsa Kecamatan Putussibau Selatan

Authors

  • alfina damayanti Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura
  • iskandar am Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura
  • ahmad yani Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura

Abstract

The Taman Kapuas Dayak community in Urang Unsa Village, Kapuas Hulu, still preserves ancestral traditions involving the use of animals in traditional rituals and mystical beliefs. This study aims to describe the use of animals in this context and assess their conservation status. The methods used were surveys and interviews with 68 respondents using snowball and purposive sampling techniques. The results revealed 12 animal species from four classes (mammals, birds, reptiles, and insects) used, with mammals being the most common. Animals used in traditional rituals include pigs, cows, free-range chickens, and water buffalo. Animals considered to have mystical significance include geckos, turtledoves, cockatoos, hornbills, and fireflies. This study demonstrates the close relationship between society and nature, and the importance of preserving animals, especially those with conservation status. Such ethnozoological knowledge needs to be documented to maintain a balance between culture and nature. Keywords: Ethnozoology, Mysticism, Rituals Traditional Abstrak Masyarakat Suku Dayak Taman Kapuas di Desa Urang Unsa, Kapuas Hulu, masih melestarikan tradisi leluhur yang melibatkan pemanfaatan satwa dalam ritual adat dan kepercayaan mistis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan satwa dalam konteks tersebut serta mendata status konservasinya. Metode yang digunakan adalah survei dan wawancara terhadap 68 responden dengan teknik snowball dan purposive sampling. Hasilnya, ditemukan 12 jenis satwa dari 4 kelas (mamalia, burung, reptil, dan serangga) yang digunakan, dengan mamalia sebagai kelas terbanyak. Satwa untuk ritual adat mencakup babi, sapi, ayam kampung, dan kerbau. Sedangkan satwa yang dianggap memiliki makna mistis antara lain cicak, burung tekukur, kakaktua, enggang, dan kunang-kunang. Penelitian ini menunjukkan hubungan erat antara masyarakat dan alam, serta pentingnya pelestarian satwa, terutama yang berstatus konservasi. Pengetahuan etnozoologi seperti ini perlu didokumentasikan untuk menjaga kelestarian budaya dan alam secara seimbang. Kata kunci: Etnozoologi, Mistis, Ritual Adat

Downloads

Published

2025-08-03