Pola Berburu Pada Masyarakat Dayak Pangin Olla Desa Penyuguk Kecamatan Ella Hilir Kabupaten Melawi
Abstract
Hunting according to Koentjaraningrat (1992), is one of the community activities that has been going on since ancient times and is still maintained today. The Dayak Pangin Olla community still adheres to hunting patterns to meet their living and economic needs in hunting wild animals for their daily lives, as well as the use of wild animals as additional food (food), especially meat. The purpose of this study is to study the hunting patterns of the Dayak Pangin Olla tribe based on local wisdom values, obtain data on the process and procedures of hunting or hunting techniques, hunting equipment, hunting time and hunting procedures at the location of the hunting activity, as well as community understanding of the types of animals caught. The method used is the survey method, determining respondents by snowball sampling and qualitative descriptive data analysis. The research results show that the Dayak Pangin Olla community has a hunting pattern of Nyuluh, Ngorih, Malam, Nyale dagik' and Melantik'. The tools used are Lunju, Stool, Lantak rifle, air rifle, supported by iso and anak iyek', landong and dogs. The hunting season is carried out during the harvest season, clearing land or fields, fruit and whenever there is time. Nine mammals and two birds were captured, and 21 hunting locations were used. The market value of game, such as wild boar, mouse deer, barking deer, and deer, varies. The hunting proceeds are used to meet daily needs; of the 15 respondents, nine stated they were sufficient and six stated they were insufficient. Keywords: Hunting Patterns, Game Animals, Hunting Tools Abstrak Berburu menurut Koentjaraningrat (1992), merupakan salah satu aktivitas masyarakat yang telah berlangsung sejak zaman dahulu dan sampai saat ini masih bertahan. Masyarakat Dayak Pangin Olla masih menganut pola berburu untuk memenuhi kebutuhan hidup dan ekonomi dalam perburuan satwa liar untuk kehidupan sehari-harinya, serta pemanfaatan satwa liar sebagai bahan pangan (makanan) tambahan terutama pada daging. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pola berburu masyarakat suku Dayak Pangin Olla berdasarkan nilai kearifan lokal, mendapatkan data mengenai proses dan tata cara berburu atau teknik berburu, peralatan berburu, waktu berburu dan tata cara berburu di lokasi kegiatan dilakukannya perburuan, serta pemahaman masyarakat terhadap jenis satwa yang di dapat. Metode yang digunakan yaitu metode survei, penentuan responden dengan snowball sampling dan analisis data secara deskripti kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat Dayak Pangin Olla memiliki pola berburu Nyuluh, Ngorih, Mamalam, Nyale dagik’dan Melantik’. Alat yang digunakan yaitu Lunju, Tinja, senapang Lantak, senapang angin, didukung iso dan anak iyek’, landong serta anjing. Musim berburu dilakukan pada musim habis panen, buka lahan atau ladang, buah dan setiap ada waktu. Jenis satwa didapatkan yaitu 9 mamalia dan 2 aves dan lokasi berburu terdiri 21 lokasi. Nilai jual hasil buruan seperti babi hutan, kancil, kijang dan rusa dengan harga yang bervariasi. Hasil berburu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari nilai jual satwanya dari 15 responden terdapat 9 responden menyatakan cukup dan 6 responden menyatakan kurang cukup. Kata kunci: Pola Berburu, Satwa Buruan, Alat BerburuDownloads
Published
2025-11-01
Issue
Section
Articles