Identifikasi Jenis Serangga dan Efektifitas Perangkap di Kawasan Arboretum Sylva Universitas Tanjungpura

Authors

  • Ardianto Ardianto Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura
  • Farah Diba Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura
  • Wahdina Wahdina Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura

Abstract

Insects are one of the largest members of the animal kingdom. Nearly more than 72% of animal species belong to the insect group. The purpose of this study was to identify insect species and compare the effectiveness of various traps in controlling insect population growth in the Arboretum area of the Faculty of Forestry, Tanjungpura University. The method used in this study was a purposive route method, which was adapted to the conditions in the field. Three observation routes were created, each 100 meters long and 50 meters wide. The study used four capture methods: light traps, pitfall traps, yellow sticky traps, and net traps. The results showed that the highest number of insects captured based on order was Lepidoptera, consisting of 12 families with 25 species, dominated by the Nymphalidae family and the dominant species being Papilion Demolion. The results of the recapitulation of the four traps showed that capture using net traps was very efficient, with 15 families, followed by pitfall and yellow traps. These traps were set up from morning to afternoon, when insect activity was influenced by abundant food sources and favorable temperatures, light, and environmental conditions (weather). There were three factors that influence insect activity, namely light, temperature and humidity. This showed that the higher the ambient temperature, the lower the abundance of species. Keywords: Animal, Insect, Trap, Sylva Arboretum Abstrak Serangga adalah salah satu anggota kerajaan binatang yang mempunyai anggota terbesar. Hampir lebih dari 72% anggota satwa termasuk ke dalam golongan serangga. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jenis-jenis serangga serta membandingkan efektifitas dalam penggunaan berbagai perangkap (trap) dalam mengontrol perkembangan populasi serangga di Kawasan Arboretum Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode jalur secara purposive yaitu menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. Jalur pengamatan dibuat sebanyak 3 jalur dengan panjang jalur masing-masing 100 meter dengan lebar 50 meter. Penelitian dilakukan menggunakan 4 metode penangkapan yaitu perangkap cahaya, perangkap jatuh, perangkap warna kuning dan perangkap jaring. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah serangga yang paling banyak tertangkap berdasarkan ordo adalah Lepidoptera yang terdiri dari 12 famili dengan 25 spesies yang didominasi oleh famili Nymphalidae dan spesies yang dominan adalah Papilion demolion. Hasil dari rekapitulasi dari 4 perangkap, penangkapan menggunakan perangkap jaring sangat efisien dalam penangkapan dengan 15 famili diikuti perangkap jatuh dan warna. Perangkap ini dilakukan pada waktu pagi hingga sore di mana aktifitas serangga terbang dipengaruhi sumber pakan yang melimpah dengan suhu, cahaya, dan lingkungan (cuaca) yang mendukung. Terdapat 3 faktor yang mempengaruhi aktifitas serangga yaitu faktor cahaya, suhu, dan kelembaban. Hal ini menunjukkan semakin tinggi suhu lingkungan, maka semakin rendah kelimpahan spesies. Kata kunci: Arboretum Sylva, Perangkap, Serangga, Satwa

Downloads

Published

2025-11-04