Pemetaan Tingkat Kekritisan Kawasan Hutan Lindung Di Desa Dabong Kecamatan Kubu Kabupaten Kubu Raya Tahun 2023
Abstract
Dabong Village in Kubu District, Kubu Raya Regency has 4,895.5 ha of coastal mangrove forest. This forest serves an essential function as a buffer zone for the ecosystem, preventing flooding, erosion, and seawater intrusion. However, in recent decades, this area has faced serious challenges such as environmental degradation and land criticality. The objective of this study is to determine and map the level of criticality of the protected forest area using parameters such as land cover, canopy density, and soil resistance to abrasion. The results of the analysis show that secondary mangrove forests (63.513%) and dense canopy density (69.41%) indicate good conditions in several areas. Open land and moderate or dense canopy density indicate a high level of criticality. Sulfidic Alufial and Saprik Organosol soil types show high and very high levels of sensitivity to abrasion. These results indicate that most of the area has experienced degradation and is in a damaged or severely damaged condition at several points, which can interfere with the optimal function of the forest and threaten the ecological balance and sustainability of community life. Keywords: Criticality Level, Protected Forest Area, Mangrove Forest Desa Dabong di Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya memiliki hamparan hutan lindung mangrove seluas 4.895,5 ha. Hutan ini berfungsi penting sebagai pelindung sistem penyangga kehidupan, mencegah banjir, erosi dan intrusi air laut. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, Kawasan ini menghadapi tantangan serius seperti degradasi lingkungan dan kekritisan lahan. Tujuan penelitian ini untuk menentukan dan memetakan Tingkat kekritisan kawasan hutan lindung menggunakan parameter tutupan lahan, kerapatan tajuk, dan ketahanan tanah terhadap abrasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa hutan mangrove sekunder (63,513%), dan kerapatan tajuk lebat (69.41%) menunjukkan kondisi yang baik di beberapa area. Lahan terbuka dan kerapatan tajuk sedang atau rapat mengidentifikasikan tingkat kekritisan yang tinggi. Jenis tanah Alufial Sulfidik dan Organosol Saprik menunjukkan tingkat kepekaan terhadap abrasi tinggi dan sangat tinggi. Hasil ini menunjukkan sebagian besar kawasan mengalami degradasi dan berada dalam kondisi rusak dan rusak berat dibeberapa titik dapat menggangu fungsi optimal hutan dan mengecam keseimbangan ekologis serta keberlanjutan hidup masyarakat. Kata kunci: Tingkat Kekritisan, Kawasan Hutan Lindung, Hutan MangroveDownloads
Published
2025-11-14
Issue
Section
Articles