Pemanfaatan Tumbuhan Obat Yang Berpotensi Mengobati Gangguan Pada Lambung Di Desa Parit Raja Kecamatan Sejangkung Kabupaten Sambas
Abstract
Medicinal plants was used by community as traditional medicine to redused the symptoms of a disease. The study to analyze medicinal plants utilization, plant use value, influence of socio-economic factor of general public utilization and spirit medium to analyze potencially medicinal plants was used to treat stomach disease in Parit Raja District Sambas regency. Some stomach disease include diarrhea, dysentery, worms, constipation, vomiting and stomachache (Thariq et al, 2015). The data was collected by interview to general public with purposive sampling technique and analyze using botany index I,e, Use Value (UV), Family Impotance Value (FIV), Informant Concencus Factor (ICF), Fidelity Level (FL), socio economic factor using chi-square test and spitir medium use Snowball Sampling technique. There"™s 36 species of medical plant has found belong to 27 families comprised Zingiberaceae, Lamiaceae, Asteraceae, Rubiaceae, Solanaceae, Dilleniaceae, Amarylidaceae and other species.The higest value of UV is kalimaok (0,98), saudagar (0,80), jambu partokal (0,65), engkodok (0,61) and bawang merah (0,60). The highest value of FIV is Asteraceae family (24,42%). The highest value of ICF is stomachache include kalimaok (287) and saudagar (226). The highest FL value 100% are 15 species. Used medicinal plants of habitus by general people and spirit medium is herb (50%) and (57%). Socioeconomic factors affected on age, gender, marital status, last graduate, employment and region.
Keywords : Medicinal plants, Parit Raja District, stomach disease
Abstrak
Tumbuhan obat merupakan tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional guna mengurangi gejala penyakit yang di alami. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis jenis tumbuhan oba, nilai guna tumbuhan dan faktor sosial ekonomi masyarakat umum dan dukun dalam memanfaatkan tumbuhan obat yang berpotensi mengobati gangguan pada lambung di Desa Parit Raja Kecamatan Sejangkung Kabupaten Sambas. Beberapa penyakit yang menyerang lambung diantaranya yaitu diare, disentri (BAB berdarah), cacingan, konstipasi (sembelit), mual, dan muntah serta sakit perut (Tariq et al. 2015). Pengambilan sampel adalah melalui wawancara dengan masyarakat umum dengan teknik purposive sampling menggunakan beberapa indeks seperti Use Value (UV), Famili Importance Value (FIV), Informant Concencus Factor (ICF) Fidelity Level (FL) dan factor sosial ekonomi menggunakan table chi-square. Sedangkan dukun (battra) mengunakan teknik Snowball sampling.. Hasil penelitian ditemukan sebanyak 36 spesies tumbuhan obat tergolong 27 famili, sebagian besar adalah famili Zingiberaceae, Lamiaceaee, Rubiaceae, Solanaceae, Asteraceae, Dilleniaceae, Amarylidaseae serta spesies lainnya. Nilai UV tertinggi yaitu kalimaok (0,98), saudagar (0,80), jambu partokal (0,65), engkodok (0,61) dan bawang merah (0,60). Nilai FIV tertinggi adalah pada family Asteraceae (24,42%). Nilai ICF tertinggi yaitu pada penyakit sakit perut yakni kalimaok (287) dan saudagar (226). Nilai FL tertinggi yaitu 100% sebanyak 15 spesies tumbuhan obat. Pemanfaatan tumbuhan obat berdasarkan habitus yang paling banyak digunakan oleh masyarakat umum dan dukun adalah tumbuhan herba (50%) dan (57%). Faktor sosial ekonomi yang berpangaruh seperti usia, jenis kelamin, status pernikahan, pendidikan terakhir, pekerjaan dan tempat tinggal.
Kata kunci : Desa Parit Raja, gangguan lambung, tumbuhan obat