KEMITRAAN  KONSERVASI  SEBAGAI  UPAYA  PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA RANTAU MALAM

Authors

  • Aon Situmorang Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura
  • Emi Roslinda Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura
  • Gusti Hardiansyah Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura

Abstract

Conservation partnership is a forum for communities around the forest in community empowerment activities and collaboration with conservation area management. The purpose of the research is the form of conservation partnership created in the partnership relationship between the Rantau Malam Village Community and the TNBBBR, activities are carried out in carrying out conservation partnerships in the field of Ecotourism Limited Nature Tourism and the obstacles and support the implementation process of the Conservation Partnership program in Rantau Malam Village. The study used a survey method with interview techniques to 21 informants with a questionnaire guide, and observation techniques were carried out in Rantau Malam Village. The research shows that the form of partnership that is carried out is providing access, namely by making a Memorandum of Understanding and a letter of agreement of cooperation and cooperation with the village community of Rantau Malam in the form of empowerment and facilitation. Supporting and inhibiting factors are based on 4 variables, namely communication, resources, disposition, and  goog  bureaucracy, but still needs improvement to make it more optimal in its implementation. It can be concluded that the implementation of the  conservation partnership program in the management of the National Park area with Farmer Groups has been running and has produced several actors from conservation farmer groups and is running until now even though it is not optimal and there are still many things that need to be addressed. With technical guidance in the form of socialization, the implementation of the partnership program is very effective.

Keywords: Conservation partnership, empowerment, socialization

Abstrak

Kemitraan konservasi merupakan wadah untuk masyarakat sekitar hutan dalam kegiatan pemberdayaan dan kerjasama masyarakat dengan pengelolaan kawasan konservasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui  bentuk kemitraan konservasi yang tercipta di dalam hubungan kemitraan antara Masyarakat Desa Rantau Malam dengan pihak  Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, kegiatan yang dilaksanakan di dalam menjalankan kemitraan konservasi di bidang Ekowisata Wisata Alam Terbatas dan hambatan maupun hal yang mendukung dalam proses implementasi program Kemitraan Konservasi di Desa Rantau Malam.  Penelitian menggunakan metode survei dengan teknik wawancara terhadap 21 informan dengan panduan kuesioner, dan teknik observasi dilakukan di Desa Rantau Malam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk  Kemitraan yang dilakukan adalah pemberian akses yaitu dengan pembuatan nota kesepahaman dan surat perjanjian kerjasama dan kerjasama dengan masyarakat Desa Rantau Malam dengan yaitu berupa pemberdayaan dan fasilitasi. Faktor pendukung dan penghambat berdasarkan 4 variabel yaitu komunikasi, sumberdaya, disposisi, dan birokrasi sudah baik, tetapi masih perlu peningkatan agar lebih maksimal dalam pelaksanaannya. dapat disimpulkan bahwan Pelaksanaan program kemitraan konservasi dalam kegiatan pengelolaan kawasan Taman Nasional dengan Kelompok Tani sudah berjalan dan telah menghasilkan beberapa pelaku kegiatan dari kelompok tani konservasi dan berjalan sampai sekarang walupun belum optimal dan masih banyak yang harus di benahi. Bimbingan teknis dengan sosialisasi dan pelaksanaan program kemitraan dilakukan dengan sangat efektif.

Kata kunci: Kemitraan konservasi, pemberdayaan, sosialisasi.  

Downloads

Published

2022-02-07