Keanekaragaman Jenis Bambu di Hutan Konservasi Kawasan Rumah Pelangi Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya
Abstract
Rumah Pelangi is one of the conservation areas in West Kalimantan Province with an area of 108 hectares. The forest at RumahPelangi is located in GunungBenuah Hamlet, TelukBakung Village, Sungai Ambawang, Kubu Raya Regency. This research was conducted in the Rumah Pelangi area of Sungai Ambawang, Kubu Raya Regency. Bamboo data collection at the research location was carried out using a survey method, and found 8 species of bamboo from 5 different genus, bambumuntihijau (Schizostzchyumsp.), bambuanyaman (Schizotachyumblumei), bambuaur (Bambusa vulgaris sp.), bambupahit (Gigantochloaapus), bambukuning (Bambusa vulgarisvar.striata), bambumerambat (Dinochloasp.), bambumanis (Dendrocalamus asper), dan bambujepang (Pleioblastussimonii).The highest Importance Value Index (INP) was bambupahit(Gigantochloaapus) with an INP value of 27.33194346%, and bambumanis (Dendrocalamus asper) with an INP value of 26.2312707%, and with a medium INP value of bambu kuning (Bambusa vulgaris var. striata) with INP value 23.92924093% and the type of bambu munti hijau (Schizostzchyum sp.) with an INP value of 22.41088816% and in the category of bamboo species with the lowest INP value were bambu aur (Bambusa multiplex (Lour) Reuschel) with an INP value of 9.164365519% and bambu jepang (Dinochloa sp.) 5.282902454%.. The highest Bamboo Dominance Index is bambu manis (Dendrocalamus asper) with a value of 0.0186 and the lowest is bambu merambat(Dinochloa sp.) and bambu jepang (Pleioblastus simonii) has the lowest dominance index value of 0.00038. While the Species Evenness Index (E) is 0.857532 which means it is low or uneven. The Species Diversity Index (H') according to Shannon-Wienner (1963) in Ferianita (2007), all types of bamboo found in the Conservation Forest in the Rainbow House Ambawang River area have a low species diversity of 0.61138 (H'<1) .
Keywords: bamboo, diversity, rumah pelangi
Abstrak
Rumah Pelangi merupakan salah satu kawasan konservasi di Provinsi Kalimantan Barat dengan luas 108 hektar. Hutan di Rumah Pelangi terletak di Dusun Gunung Benuah, Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini dilaksanakan di Hutan Kawasan Rumah Pelangi Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. Pengambilan data bambu di lokasi penelitian ini dilakukan dengan metode survey, dan ditemukan 8 jenis bambu dari 6 genus yang berbeda, bambu munti hijau (Schizostzchyum sp.), bambu anyaman (Schizotachyum blumei), bambu aur (Bambusa vulgaris sp.), bambu pahit (Gigantochloa apus), bambu kuning (Bambusa vulgaris var.striata), bambu merambat (Dinochloa sp.), bambu manis (Dendrocalamus asper), dan bambu jepang (Pleioblastus simonii).Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi adalah jenis bambu pahit (Gigantochloa apus) dengan nilai INP 27.33194346%,dan bambu manis (Dendrocalamus asper) dengan nilai INP 26.2312707%, dan dengan nilai INP sedang yaitu bambu kuning (Bambusa vulgaris var. striata) dengan nilai INP 23.92924093% dan jenis bambu munti hijau (Schizostzchyum sp.) dengan nilai INP 22.41088816% dan dengan kategori jenis bambu dengan nilai INP terendah adalah bambu aur (Bambusa multiplex (Lour) Reuschel) dengan nilai INP 9.164365519% dan bambu jepang (Dinochloa sp.) 5.282902454%.. Indeks Dominansi Bambu tertinggi adalah Bambu Manis (Dendrocalamusasper) dengan nilai 0,0186 dan yang terendah adalah Bambu Merambat (Dinochloasp.) dan Bambu Jepang (Pleioblastussimonii) memiliki nilai indeks dominansi yang terendah 0,00038. Sedangkan Indeks Kemerataan Jenis (E) adalah 0,857532 yang berarti rendah atau tidak merata. Indeks Keanekaragaman Jenis (H"™) menurut Shannon-Wienner (1963) dalam Ferianita (2007), seluruh jenis bambu yang ditemukan Di HutanKonservasi Pada Kawasan RumahPelangi Sungai Ambawang memiliki keanekaragaman jenis yang rendah yaitu sebesar 0,61138 (H"™<1).
Kata kunci: bambu, keanekaragaman, rumah pelangi.