SUKSESI VEGETASI PADA AREAL BEKAS PERLADANGAN BERPINDAH DI DESA BENGKUANG KECAMATAN KELAM PERMAI KABUPATEN SINTANG
Abstract
Vegetation succession that occurs in the former shifting cultivation is included in the category of secondary succession. The purpose of this study was to describe succession based on plant components that make up the vegetation structure in the former shifting cultivation area. The research was carried out on former shifting cultivation in Bengkuang Village, Kelam Permai District, Sintang Regency. Sampling of plants in the form of names and number of species at the seedling, sapling, pole and tree levels was carried out at three different ages of land, namely 4 years, 12 years, 22 years, and secondary natural forest areas. The sampling technique used a systematic sampling path with continuous plots. The results of the species analysis showed that the structure and composition of the vegetation were different at each observation location. Succession on ex-cultivated land aged 4 years is in the invasion stage, on land aged 12, 22 and natural forest areas are still in the same succession stage as competition. Vegetation that continues to experience species replacement and no similarity is found in this land indicates that the community has not yet achieved stability in succession.
Keywords: Shifting cultivation, sucession, vegetation
Abstrak
Suksesi vegetasi yang terjadi pada bekas perladangan berpindah termasuk dalam kategori suksesi sekunder. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tahapan suksesi berdasarkan komponen jenis tumbuhan penyusun struktur vegetasi di areal bekas perladangan berpindah. Penelitian dilaksanakan di lahan bekas perladangan berpindah di Desa Bengkuang Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang. Pengambilan sampel tumbuhan berupa nama dan jumlah jenis pada tingkat semai, pancang, tiang dan pohon yang dilakukan pada tiga umur lahan yang berbeda yakni 4 tahun, 12 tahun, 22 tahun, serta kawasan hutan alam sekunder. Teknik pengambilan sampel mengunakan jalur sistematik sampling dengan petak-petak kontinyu. Hasil analisis kesamaan jenis menunjukkan struktur dan komposisi vegetasi yang berbeda pada setiap lokasi pengamatan. Suksesi pada lahan bekas perladangan berumur 4 tahun berada dalam tahap invansi, pada lahan berumur 12, 22 dan kawasan hutan alam masih berada dalam tahap suksesi yang sama yakni kompetisi. Vegetasi yang terus mengalami penggantian spesies dan tidak ditemukannya kesamaan jenis dalam lahan ini menunjukkan bahwa komunitas belum mencapai kestabilan dalam proses suksesi.
Kata kunci: Perladangan berpindah, suksesi, vegetasi