Etnozoologi Pengobatan Masyarakat Dayak Taman Kapuas Di Desa Melapi Kecamatan Putussibau Selatan Kabupaten Kapuas Hulu
Abstract
Abstract
West Kalimantan is a province in Indonesia that has a variety of ethnic cultures, one of which is the Dayak Community. One of the Dayak communities in West Kalimantan is Taman Kapuas Dayak Community in Melapi Village, South Putussibau District, Kapuas Hulu Regency. One of their cultures is that they still use animals around the forest for medicine. The purpose of this study was to record and examine animals species used for medicine, and to record the conservation status of animals used for medicine by Taman Kapuas Dayak community in Melapi Village. The method used in this study is a survey method with by purposive sampling. The results of this study obtained 19 species of animals that are used for treatment by the Dayak community of Taman Kapuas in Melapi Village, Putussibau Selatan District, Kapuas Hulu Regency. The parts used are the whole body, bile, fat, scales, saliva, blood, meat, fetus, feces and shells. The processing method is by drying, soaking, cooking, burning, scraping, forming into rings and without the need for processing. The way to use it is to drink, eat, use and serve as offerings. The status of animal conservation for treatment according to P 106 of 2018 there are 4 types of animals. The conservation status based on the IUCN states that there is 1 type of animal that is included in the Critically Endangered (CR), there is 1 type of Vulnerable (VU), there are 2 types of animals that are included in the Near Threatened (NT) and there are 9 species of animals that are included in the Least Concern (LC) category. The conservation status based on CITES states that there are 2 types of animals that are included in the Appendix I category and there are 3 types of animals that are included in the Appendix II category.
Keywords: Etnozholoogy, Dayak Community of Taman Kapuas, Medicine, Melapi Village.
Abstrak
Kalimantan Barat merupakan Provinsi di Indonesia yang memiliki beragam suku budaya salah satunya yaitu Suku Dayak. Salah satu Masyarakat Dayak yang terdapat di Kalimantan Barat yaitu Masyarakat Dayak Taman Kapuas di Desa Melapi Kecamatan Putussibau Selatan Kabupaten Kapuas Hulu. Salah satu budaya mereka yaitu masih memanfaatkan satwa yang ada di sekitar hutan untuk pengobatan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendata dan mengkaji pemanfaatan jenis satwa serta mendata status konservasi satwa yang dimanfaatkan untuk pengobatan oleh masyarakat Dayak Taman Kapuas di Desa Melapi Kecamatan Putussibau Selatan Kabupaten Kapuas Hulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan penentuan responden secara purposive sampling. Hasil penelitian ini diperoleh 19 spesies satwa yang dimanfaatkan untuk pengobatan oleh masyarakat Dayak Taman Kapuas. Bagian yang dimanfaatkan yaitu seluruh badan, empedu, lemak, sisik, air liur, darah, daging, janin, kotoran dan cangkang. Cara pengolahannya yaitu dengan cara dikeringkan, di rendam, dimasak, dibakar, dikikis, dibentuk jadi cincin dan tanpa perlu diolah. Cara pemakaiannya yaitu diminum, dimakan, digunakan dan dijadikan sebagai sesajian. Status konservasi satwa untuk pengobatan menurut P 106 tahun 2018 terdapat 4 jenis satwa. Status konservasi berdasarkan IUCN menyatakan bahwa terdapat 1 jenis satwa yang termasuk dalam kategori Critically Endngered (CR), terdapat 1 jenis satwa Vulnerable (VU), terdapat 2 jenis satwa kategori Near Threatened (NT) dan 9 jenis satwa dalam kategori Least Concern (LC). Status konservasi berdasarkan CITES menyatakan bahwa terdapat 2 jenis satwa yang termasuk dalam kategori Apendix I dan terdapat 3 jenis satwa yang termasuk kedalam kategori Apendix II.
Kata kunci : Desa Melapi, Etnozoologi, Masyarakat Dayak Taman Kapuas, Pengobatan