Stabilitas Dimensi Berdasarkan Jenis Kayu Dan Suhu Pengeringan
Abstract
The growing need for timber is increasing along with the increase in population and technological advances, while the availability of high-quality wood is limited, making it increasingly difficult to obtain. Efforts to anticipate this by means of efficiency in the use of wood by utilizing fast-growing species of wood but have drawbacks, namely low quality. Basic data is needed to support the use of low-quality wood as a modification step in the future. This study aims to support this by knowing the value of dimensional stability based on wood types and drying temperature on Kempas, Medang and Pulai wood types. The research was carried out at the Wood Workshop Laboratory and the Wood Technology Laboratory, Faculty of Forestry, Tanjungpura University for the manufacture of test samples and the Wood Technology Laboratory for testing the dimensional stability of wood. The method used was a factorial experiment in a completely randomized design consisting of 2 factors with 3 replications. The results showed that the T/R depreciation ratio was generally in the good category. The treatment of wood types (Kempas, Medang and Pulai) and the drying temperature treatment (55 °C, 70 °C and 85 °C) showed the lowest value of the T/R ratio for Medang wood types and drying temperature of 70 °C with a value of 1.0. It is known that the effect of wood types and drying temperature on dimensional stability is very high (stable), wood types has a significant effect. While the drying temperature treatment had no effect.
Keywords: stability, dimensions, and types of wood.
Abstrak
Kebutuhan kayu semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan kemajuan teknologi, sementara ketersedian kayu berkualitas tinggi terbatas sehingga makin sulit didapatkan. Upaya antisipasi hal tersebut dengan cara efisiensi pemakaian kayu dengan cara memanfaatkan spesies kayu cepat tumbuh namun memiliki kekurangan yaitu bermutu rendah. Diperlukan data dasar untuk menunjang pemanfaatan kayu bermutu rendah sebagai langkah modifikasi kedepannya. Penelitian ini bertujuan mendukung hal tersebut dengan cara mengetahui nilai stabilitas dimensi berdasarkan jenis kayu dan suhu pengeringan pada jenis kayu Kempas, Medang dan Pulai. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Wood Workshop dan Laboratorium Teknologi Kayu Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura untuk pembuatan contoh uji dan Laboratorium Teknologi Kayu untuk pengujian stabilitas dimensi kayu. Metode yang digunakan adalah percobaan faktorial dalam Rancangan Acak Lengkap RAL yang terdiri dari 2 faktor dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan rasio penyusutan T/R secara umum termasuk kategori baik. Perlakuan jenis kayu (Kempas, Medang dan Pulai) dan perlakuan suhu pengeringan (55 °C, 70 °C dan 85 °C) menunjukan nilai rasio T/R nilai terendah adalah pada jenis kayu Medang dan suhu pengeringan 70 °C dengan nilai 1.0. Diketahui bahwa pengaruh jenis kayu dan suhu pengeringan terhadap stabilitas dimensi sangat tinggi (stabil), jenis kayu berpengaruh nyata. Sedangkan perlakuan suhu pengeringan tidak berpengaruh.
Kata kunci: Stabilitas, dimensi, dan jenis kayu