Pemanfaatan Rotan Sebagai Bidai Oleh Masyarakatdayak Kanayatn Dusun Sidas A Berbasiskan Kearifanlokal
Abstract
This splint mat woven craft product is one of the characteristics of West Kalimantan handicraft products. Viewed from the point of view, art has contours (the physical form of the work), content (content as the content of the work which contains philosophy or beliefs), and context (the value system applies to society) (Binti, 2003). This product of woven splint mats is of good quality so it is interesting to study and named Dusun Sidas A, as a producer of woven splint mats.So extensive studies have been studied, therefore there are those in Sidas A Hamlet, namely the very lack of craftsmen, the lack of rattan raw materials, the problem of communication tools for marketing splint mats.The purpose of this study was to conduct an inventory of the types of rattan used as splints and the process of making woven mats.The benefit of the research is the availability of information about the use of rattan as splints carried out by the Dayak Kanayatn community, especially in the Sidas A hamlet, so that it can be used as a basis for information on local wisdom in the use of woven mat splints.Rattan plants generally grow without being planted and do not require maintenance. Rattan plants grow a lot in the forests of Kalimantan, Sulawesi, Sumatra, and Java. Rattan whose Latin name is Calamus sp, it belongs to the palmae nation. Usually rattan grows wild in the forest which is difficult for people to reach, therefore it takes days for collectors to reach the location of the rattan plant. Hard to reach location. Rattan plants grow naturally and are liars, so it is difficult for collectors to choose a location where a certain type of rattan is desired, therefore people start thinking and try to plant rattan in their yard..
Keywords: utilization of splints, sidas a, dayak kanyatn, local wisdom
Abstrak
Produk kerajinan anyaman tikar bidai ini merupakan salah satu ciri khas produk kerajinan Kalimantan Barat. Dilihat dari sudut seni rupa memiliki kontur (wujud fisik karya), konten (isi sebagai muatan karya yang di dalamnya terkandung filosofi atau kepercayaan), dan konteks (sistem nilai berlaku secara sosiologi memandang terhadap masyarakat) (Binti, 2003). Produk kerajinan anyaman tikar bidai ini memiliki kualitas yang baik sehingga menarik untuk dikaji dan bisa mengangkat nama Dusun Sidas A,sebagai penghasil kerajinan anyaman tikar bidai. Begitu luasnya kajian yang ditelaah, maka dari itu terdapat masalah yang ada di Dusun Sidas A yaitu sangat kurangnya jumlah pengrajin,kurangnya bahan baku rotan,kurangnya alat komunikasi untuk pemasaran tikar bidai. Tujuan penelitian ini adalah Melakukan inventarisasi jenis-jenis rotan yang dimanfaatkan sebagai bidai dan proses pembuatan kerajinan anyaman tikar bidai.Mendeskripsikan kearifan lokal masyarakat Dayak kanayatn dalam penggunaan kerajinan anyaman Tikar bidai. Manfaat penelitian adalah tersedianya informasi mengenai pemanfaatan Rotansebagai bidai yang dilakukan oleh masyarakat Dayak kanayatn khususnya di Dusun SidasA,Sehingga dapat dijadikan dasar informasi mengenai kearifan lokal dalam penggunaan kerajinan anyaman TikarBidai. Tanaman rotan pada umumnya tumbuh tanpa ditanam dan tidak memerlukan pemeliharaan. Tanaman rotan banyak tumbuh di hutan-hutan Kalimantan, Sulawesi,Sumatra, dan Jawa. Rotan yang nama latinnya Calamus sp, itu termasuk bangsa palmae.Biasanya rotan tumbuh secara liar didalam hutan yang sulit dijangkau orang, oleh karena itu bagi pemungut untuk mencapai lokasi tanaman rotan kadang-kadang memerlukan waktu berhari-hari.Lokasi yang sulit dicapai.Tanaman rotan tumbuh secara alami dan liar, maka para pemungut sulit untuk memilih lokasi yang ditumbuhi suatu jenis rotan tertentu yang dikehendaki,oleh karena itu orang mulai memikirkan dan mencoba untuk menanam rotan di pekarangan rumah.
Kata kunci: pemanfaatan bidai,sidas a,dayak kanyatn,kearifanlokal