Populasi dan Kondisi Klimatis Kerang Kijing (Glauconome virens) Pada Hutan Mangrove di Desa Padang Tikar I Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Kubu Raya

Authors

  • Heri Yanto Universitas Tanjungpura
  • Muhammad Sofwan Anwari Universitas Tanjungpura
  • Joko Nugroho Riyono Universitas Tanjungpura

Abstract

Abstract

The Mangrove Forest Ecosystem in Padang Tikar I Village is a habitat for aquatic animals as a shelter for one of the animals, namely the Mussel Shell (Glauconome virens). The purpose of this study was to study the habitat of mussel mussels in Padang Tikar I Village, Batu Ampar District, Kubu Raya Regency. This study used a survey method, soil sampling techniques and Mussel Shells were carried out by purposive sampling and data analysis used descriptive analysis. The abundance of mussel shells in the Mangrove Forest in Padang Tikar I Village was not affected by soil texture because the typical texture in that location was sandy loam. The organic matter for the presence of mussel mussels in the mangrove forest in Padang Tikar I Village ranges from 3.06% - 71.72%. The content of organic matter that has the highest average abundance is 6/m2. The organic matter content is 3.06%. Air temperature and humidity ranged from 28â°C and 31%, soil temperature and humidity ranged from 56â°C and 52%, soil acidity was 6.7, light intensity was 1,160 Cd and groundwater salinity was 3.5 ppt. The most dominant structure, namely 21 levels of vegetation including 7 levels of soneratia, 11 levels of avicennia and 3 levels of Rhizophora. The abundance of mussel shells dominated the 11 seedling stages which consisted of avicennia. Vegetation density in Mangrove Forest/ha in the research route, namely, with a seedling density of 23,500/ha, a sapling density of 2,080/ha and a tree density of 340/ha. Lane 2 with a seedling density of 14,000/ha, a sapling density of 1,360/ha and a tree density of 320/ha. Lane 3 with a seedling density of 6,000/ha, a sapling density of 1,600/ha and a tree density of 200/ha.

Keywords: Population, Mangrove Forest, Glauconome virens

Abstrak

Ekosistem Hutan Mangrove di Desa Padang Tikar I merupakan habitat satwa perairan sebagai tempat berlindung salah satu satwa, yaitu Kerang Kijing (Glauconome virens). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji habitat Kerang Kijing di Desa Padang Tikar I Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini menggunakan metode survei, teknik pengambilan sampel tanah dan Kerang Kijing dilakukan secara purposive sampling dan analisis data menggunakan analisis deskriptif. Kelimpahan Kerang Kijing pada Hutan Mangrove di Desa Padang Tikar I tidak dipengaruhi oleh tekstur tanah dikarenakan khas tekstur yang ada di lokasi tersebut, yaitu Lempung berpasir. Bahan organik untuk keberadaan Kerang Kijing pada hutan mangrove di Desa Padang Tikar I berkisar antara 3,06% "“ 71,72%. Kandungan bahan organik yang memiliki rata-rata kelimpahan terbanyak, yaitu 6/m2. Kandungan bahan organik sebesar 3.06%. Suhu dan kelembaban udara berkisar 28â°C dan 31%,  suhu dan kelembaban tanah berkisar 56â°C dan 52%,  keasaman tanah bernilai 6,7,  intensitas cahaya bernilai 1.160 Cd serta salinitas air tanah 3,5 ppt.  Struktur paling mendominasi,  yaitu 21 tingkat vegetasi diantaranya 7 tingkat soneratia,  11 tingkat avicennia dan 3 tingkat Rhizophora.  Kelimpahan Kerang Kijing yang paling mendominasi 11 tingkat semai yang terdiri dari avicennia. Kerapatan vegetasi pada Hutan Mangrove/ha dalam jalur penelitian, yaitu dengan kerapatan tingkat semai sebesar 23.500/ha,  kerapatan tingkat pancang sebesar 2.080/ha dan kerapatan tingkat pohon sebesar 340/ha.  Jalur 2 dengan kerapatan tingkat semai sebesar 14.000/ha,  kerapatan tingkat pancang sebesar 1.360/ha dan kerapatan tingkat pohon sebesar 320/ha.  Jalur 3 dengan kerapatan tingkat semai sebesar 6.000/ha,  kerapatan tingkat pancang sebesar 1.600/ha dan kerapatan tingkat pohon sebesar 200/ha.

Kata Kunci: Populasi, Hutan Mangrove, Kerang Kijing

Downloads

Published

2023-03-07