Penilaian Daya Tarik dan Strategi Pengembangan Kawasan Wisata Hutan Mangrove Pantai Celincing Desa Sukabaru Kabupaten Ketapang
Abstract
Penilaian daya tarik dan strategi pengembangan dilakukan di Kawasan Wisata Hutan Mangrove Pantai Celincing Desa Sukabaru Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat. Tujuan dari penelititan ini adalah untuk menilai kelayakan dan menentukan strategi yang tepat untuk pengembangan sebagai kawasan ekowisata. Penelitian dilakukan dengan metode survei dengan teknik wawancara menggunakan kuisioner. Analisis data menggunakan Pedoman Analisis Daerah Operasi Objek dan Daya Tarik Wisata Alam (ADO-ODTWA) Direktorat Jenderal PHKA (2003) dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan wisata Hutan Mangrove Pantai Celincing dengan nilai rerata maksimal 680 mendapatkan nilai sebesar 532,03 yang termasuk dalam kategori layak untuk dikembangkan (A). Berdasarkan penilaian strategi kebijakan yang harus dilakukan untuk pengembangan kawasan Wisata Hutan Mangrove Pantai Celincing adalah: (a) Dukungan Pemodalan dan Konsep Rencana Pengelolaan Wisata Mangrove; (b) Peningkatan Fasilitas dan Sarana Prasarana Wisata; (c) Peningkatan Keterlibatan Generasi Muda; (d) Peningkatan Promosi Wisata Mangrove; dan (e) Kolaborasi dengan Sektor Perikanan.
Kata kunci: Penilaian, Strategi Pengembangan, Mangrove, Ekowisata