Kearifan Lokal Masyarakat Dayak Kanaatn Desa Keranji Mancal dalam Pengelolaan Hutan Adat Binua Laman Garoh Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak
Abstract
Local wisdom is a custom and habit that has become a tradition carried out from generation to generation, until now its existence is still maintained by customary law communities in an area, as is currently still being carried out by the Kanayatn Dayak people in the management of the Laman Garoh Customary Forest Keranji Mancal Village,Sengah Temila District, Landak Regency.The aim of the research is to examine the forms of local wisdom and to analyze the role of the Kanayatn Dayak community in the management of the Binua Laman Garoh customary forest. The research used a survey method with interview techniques with 6 respondents with a questionnaire guide, and direct observation techniques using snowball sampling techniques in 6 hamlets, namely Sidas Daya,Rorongan,Kelawit, Sanyang, Keranji Mancal and Lintah.Research shows that the Dayak Kanayatn tribe of Keranji Mancal Village has 6 forms of local wisdom in managing the Binua Laman Garoh customary forest,namely norms, regulations, skills,ethics, beliefs and customs. The Kanayatn Dayak community has 3 roles in managing the Binua Laman Garoh customary forest,namely management planning, management implementation and evaluation or supervision. With the existence of traditional instiutions that play a role, namely Temenggung, Pasirah and Pangaraga,the management of the Binua Laman Garoh customary forest runs smoothly and currently the customary forest is still protected and maintained
Keywords: community, customary forest, local wisdom
Abstrak
Kearifan lokal merupakan adat dan kebiasaanyang telah menjadi tradisi dilakukannya secara turun-temurun, hingga saat ini masih dipertahankan keberadaannya oleh masyarakat hukum adat dalam suatu wilayah, seperti yang pada saat ini masih dilakukan oleh masyarakat Suku Dayak Kanayatn dalam pengelolaan Hutan Adat Laman Garoh Desa Keranji Mancal Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak. Tujuan penelitian mengkaji bentuk kearifan lokal dan menganalisis peran masyarakat Dayak Kanayatn dalam pengelolaan hutan adat Binua Laman Garoh. Penelitian menggunakan metode survey dengan teknik wawancara terhadap 6 responden dengan panduan kuesioner, dan teknik obervasi langsung menggunakan teknik snowbal sampling di 6 Dusun yaitu Sidas Daya, Rorongan, Kelawit, Sanyang, Keranji Mancal dan Lintah. Penelitian menunjukan bahwa suku Dayak Kanayatn Desa Keranji Mancal mempunyai 6 bentuk kearifan lokal dalam pengelolaan hutan adat Binua Laman Garoh yaitu norma, peraturan, keterampilan, etika, kepercayaan dan adat istiadat. Masyarakat Dayak Kanayatn memiliki 3 peran dalam pengelolaan hutan adat Binua Laman Garoh yaitu perencanaan pengelolaan, pelaksanaan pengelolaan dan evaluasi atau pengawasan. Dengan adanya lembaga adat yang berperan yaitu temenggung, pasirah dan pangaraga membuat pengelolaan hutan adat Binua Laman Garoh berjalan lancar dan saat ini hutan adatnya masih terlindungi dan terjaga.
Kata kunci: hutan adat, kearifan lokal, masyarakat.