PEMANFAATAN TUMBUHAN PANGAN YANG DI KONSUMSI OLEH MASYARAKAT DI TEMBAWANG ANGKABANG DESA PALOAN KABUPATEN LANDAK

Authors

  • Widia Ningrum Universitas Tanjungpura
  • HA Oramahi Universitas Tanjungpura
  • M Dirhamsyah Universitas Tanjungpura

Abstract

Abstract

Forests are the largest provider of germplasm which has the potential to meet human needs such as shelter and food. The aim of this research is to record and describe the types of food plants consumed and utilized by the community in the Tembawang Angkabang forest, the parts of the plants used and how they are processed. This research was carried out through interviews with selected respondents and direct observation of food source plants in the Tembawang Angkabang forest. Based on the research results, it was found that 62 species of plants from 31 families were used as food. The part of the plant that is most widely used is the fruit part of 45 types (72.58%) and the least is the 2 types of beverage group (3.23%). The most common method of processing plant food sources is by direct consumption (45.16%). the highest UV values were betung bamboo (Dendrocalamus asper) and talang bamboo (Schizostachyum brachycladum) with a value (0.97%).

Keywords: Paloan Village, Tembawang Angkabang forest, community, food plants, use value

Abstrak

Hutan merupakan penyedia terbanyak plasma nutfah yang mempunyai potensi untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia seperti papan dan pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendata dan mendeskripsikan jenis "“ jenis tumbuhan pangan yang di konsumsi dan dimanfaatkan oleh masyarakat di hutan tembawang Angkabang, bagian - bagian dari tumbuhan yang di gunakan serta cara pengolahannya. Penelitiaan ini dilakukan melalui wawancara terhadap responden terpilih dan pengamatan langsung tumbuhan sumber pangan di hutan tembawang Angkabang. Berasarkan hasil penelitian ditemukan 62 jenis tumbuhan dari 31 famili yang dimanfaatkan sebagai pangan. Bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan adalah bagian buah "“ buahan sebanyak 45 jenis (72.58%) dan yang paling sedikit adalah kelompok minuman 2 jenis (3,23%). Cara pengolahan tumbuhan sumber pangan yang paling banyak adalah dengan cara dikonsumsi langsung (45,16%). nilai Use Value paling tinggi yaitu bambu betung (Dendrocalamus asper) dan bambu talang (Schizostachyum brachycladum) dengan nilai (0.97%).

Kata kunci: Desa Paloan, hutan tembawang Angkabang, masyarakat, tumbuhan pangan, use value

Downloads

Published

2023-02-13