Pemanfaatan Satwa Untuk Obat Tradisional Dan Ritual Adat Suku Dayak Kanayant Desa Sampuro Kecamatan Mempawah Hulu Kabupaten Landak

Authors

  • Yustina Karmilawati Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura
  • Sofwan Anwari Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura
  • Yanieta Arbiastutie Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura

Abstract

Abstract

Various ethnic groups in Kalimantan have used fauna for a long time to fulfill their needs, for a food source, medicine, cultural ritual facilities and economic. The Dayak tribe in Sampuro, Mempawah Hulu District, Landak Regency is a Dayak Kanayant community that uses animals for medicine and traditional ritual. The purpose of this study was to obtain data on the types of animals used for treatment and traditional rituals, the level of use and to study the conservation status of the animals. The method used in this research is a survey method, the selection of respondents is determined by snowball sampling technique and data collection uses a questionnaire. Based on the interview results, it was found that 25 species from 23 families were used for traditional medicine and rituals by the Kanayant Dayak community. Data collection for usage levels used the Slovin formula and obtained 78 respondents, for the 5 largest percentages, namely : the most animals frequently to used include eels, cork fish, frogs, kelulut, and squirrels. Based on IUCN, 4 animals with low risk conservation status, 1 species was included in the critical category, 2 species were included in the vulnerable category, and 2 species were endangered.

 

Keyword: Utilization, Dayak Kanayant, animals, traditional ritual, treatment

Abstrak

Pemanfaatan fauna telah dilakukan oleh berbagai etnis yang ada di Kalimantan sejak dulu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, salah satunya sebagai sumber bahan pangan, obat-obatan, sarana ritual kebudayaan dan kepentingan ekonomi. Suku Dayak yang berada di Sampuro, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak merupakan Dayak Kanayant salah satu kelompok masyarakat yang memanfaatkan satwa untuk obat tradisional dan ritual adat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data jenis satwa yang dimanfaatkan untuk pengobatan dan ritual adat, tingkat pemakaian dan mengkaji status konservasi satwa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, pemilihan responden ditentukan dengan teknik snowball sampling dengan menentukan responden kunci. Responden kunci adalah orang yang dianggap mengetahui dan memiliki pengetahuan luas mengenai pemanfaatan satwa sebagai pengobatan dan ritual adat. dan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil wawancara didapatkan 25 spesies dari 23 famili yang dimanfaatkan untuk pengobatan dan ritual adat oleh masyarakat Dayak Kanayant. Pengambilan data untuk tingkat pemakaian menggunakan rumus Slovin dengan tingkat pemakaian sebesar 10% dan diperoleh 78 responden, untuk persentase 5 terbesar yaitu : Belut, Ikan gabus, Katak sawah, Kelulut, dan Tupai. Status konservasi satwa berdasarkan IUCN ditemukan 4 satwa berstatus konservasi beresiko rendah, 1 jenis satwa termasuk dalam kategori kritis, 2 jenis satwa termasuk kategori rentan, dan terdapat 2 jenis satwa yang terancam punah.

 

Kata kunci: Pemanfaatan, Dayak Kanayant, satwa, ritual adat, pengobatan

Downloads

Published

2023-03-24