ETNOZOOMEDICINE MASYARAKAT DAYAK BANYADU DI DUSUN TERIAK DESA TERIAK KECAMATAN TERIAK KABUPATEN BENGKAYANG (Ethnozoomedicine of Dayak Banyadu Community in Teriak Hamlet, Teriak Village, Teriak District, Bengkayang Regency)
Abstract
The utilization of animals as medicinal materials is one of the relationships between human culture and animals in the environment known as ethnozoomedecine. This study aims to record what types of animals are used for treatment, examine traditional rituals for treatment, examine the use of animals for treatment and examine the knowledge and understanding of Ethnozoomedecine. Data collection in this study used survey and interview methods, with the technique of determining respondents using purposive sampling, this study obtained 62 respondents. From the data taken in the field obtained 7 species of animals and 5 classes of animals that are utilized. On average, each family only has 1 species. The animals most widely known by the community are Siap (Ayam Kampung) and Kasu (Dog) with a value of 100%, the highest UV value is cork fish (Channa striata) with a UV value of (0.98), the highest FIV value is Channidae with a FIV value of (20.48).
Keywords : dayak banyadu, ethnozoomedicine, teriak village
Abstrak
Pemanfaatan satwa sebagai bahan pengobatan merupakan salah satu hubungan antara kebudayaan manusia dengan satwa di lingkungannya yang dikenal dengan istilah etnozoomedecine. Penelitian ini bertujuan untuk mendata jenis satwa apa saja yang dimanfaatkan untuk pengobatan, mengkaji ritual adat untuk pengobatan, mengkaji pemanfaatan satwa untuk pengobatan dan mengkaji pengetahuan dan pemahaman mengenai Etnozoomedecine. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode survey dan wawancara, dengan teknik penentuan responden menggunakan Purposive Sampling, penelitian ini diperoleh 62 responden. Dari data yang diambil dilapangan diperoleh 7 jenis satwa dan 5 kelas satwa yang dimanfaatkan. Rata-rata setiap famili hanya memiliki 1 spesies. Satwa yang paling banyak diketahui oleh masyarakat ialah Siap (Ayam Kampung) dan Kasu (Anjing) dengan nilai 100%, nilai UV paling tinggi adalah ikan gabus (Channa striata) dengan nilai UV (0,98), nilai FIV tertinggi adalah Channidae dengan nilai FIV sebesar (20,48).
Kata Kunci : Dayak Banyadu, Desa Teriak, Etnozoomedicine