Etnoteknologi Berburu Oleh Masyarakat Dayak Kanayant Di Desa Sebangki Kecamatan Sebangki Kabupaten Landak
Abstract
AbstractThe use of animals and plants in the forests of Kalimantan has been carried out by various ethnic groups, especially the Dayak tribe, to fulfill living needs such as sources of food, medicine, cultural ritual facilities and subsistence economic interests, therefore the forest is the basis of life for the people in it. . Some Dayak people, especially Dayak Kanayatn, use the forest by hunting and the results of the hunt are used as a source of income. The aim of this research is to study and seek more in-depth information about the hunting ethnotechnology of the Dayak Kanayatn community, including how to hunt for the Dayak Kanayatn community in Sebangki Village and to record the types of animals that are hunted by the community in Sebangki Village, Sebangki District, Landak Regency. This research method uses a survey method, data collection by interview, determining respondents using purposive sampling, namely hunting communities. The Dayak Kanayatn tribe community in Sebangki Village is still actively hunting animals for various purposes, including consumption, decoration and use as a medicinal ingredient. The parts of the animal that are consumed include the skin, meat, fat, inside of the stomach, and parts of the bones that still have meat on them. The hunting techniques used by the Dayak Kanayatn community still use traditional methods and tools so that they are environmentally friendly, such as the materials used still come from forest plants, including bamboo and rattan as materials for making traps, still holding closely to the traditions of their ancestors. The tools used in hunting activities are snares, fish arrows, trawls, tajur, traps and scoops, and animals are targets for hunting such as wild boars, birds, squirrels and fish.Keywords :Hunting, Dayak Kanayant, Ethnotechnology.AbstrakPemanfaatan hewan dan tumbuhan yang ada di hutan Kalimantan telah dilakukan oleh berbagai etnis yang ada, khususnya suku Dayak untuk memenuhi kebutuhan hidup seperti sumber makanan, obat, sarana ritual kebudayaan dan kepentingan ekonomi subsisten, karena itu hutan menjadi tumpuan hidup bagi masyarakat yang ada di dalamnya. Beberapa masyarakat Suku Dayak khususnya Dayak Kanayatn memanfaatkan hutan dengan cara berburu dan hasil buruan tersebut dijadikan sebagai sumber pengasilan. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji dan mencari informasi lebih mendalam tentang Etnoteknologi berburu masyarakat Dayak Kanayatn, antara lain Bagaimana cara berburu Masyarakat Dayak Kanayatn di Desa Sebangki dan mendata jenis satwa yang menjadi sasaran buruan masyarakat di Desa Sebangki, Kecamatan Sebangki, Kabupaten Landak. Metode penelitian ini menggunakan metode Survei, pengumpulan data dengan cara wawancara, penentuan responden secara purposive sampling yaitu masyarakat berburu. Masyarakat suku Dayak Kanayatn di Desa Sebangki masih aktif melakukan perburuan satwa untuk berbagai kepentingan, di antaranya untuk dikonsumsi, dijadikan hiasan dan dijadikan sebagai ramuan untuk obat. Bagian hewan yang dikonsumsi adalah seperti bagian kulit, daging, lemak, bagian dalam perut, dan bagian tulang yang masih ada dagingnya. teknik berburu yang dilakukan masyarakat Dayak Kanayatn masih menggunakan cara dan alat tradisional sehingga ramah lingkungan seperti bahan-bahan yang digunakan masih berasal dari tumbuhan hutan di antaranya bambu dan rotan sebagai bahan untuk membuat bubu, masih memegang erat tradisi nenek moyang. Alat yang digunakan dalam kegiatan berburu yaitu jerat, panah ikan, pukat, tajur, bubu, dan seropang, dan hewan jadi sasaran buruan seperti babi hutan, burung, tupai dan ikan.
Kata kunci : Berburu, Dayak Kanayant, Etnoteknologi