Karakteristik Lahan Gambut dan Tinggi Muka Air Gambut Di Kecamatan Siantan Hilir, Pontianak Utara
Keywords:
peatland, land cover changes, groundwater table, land degradationAbstract
This research was conducted to assess the characteristics of peatlands in Siantan Hilir District, West Kalimantan Province, focusing on land cover changes, physical and chemical properties of peat soils, and groundwater table dynamics. Data were obtained through field surveys and satellite imagery analysis from 2016 to 2024, along with on-site measurements. The results indicated significant changes in land cover from natural peat forests to agricultural and plantation lands, impacting the lowering of the groundwater table, increasing fire risks, and accelerating carbon emissions. Physically, peatlands in this area have high water retention capacity, but drainage activities accelerate the decline of the groundwater table and peat volume. Chemically, peat soil contains high organic carbon, but its low acidity limits its fertility. This study suggests more sustainable peatland management to prevent further degradation.
Keywords: peatland, land cover changes, groundwater table, land degradation.
Abstrak
Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji karakteristik lahan gambut di Kecamatan Siantan Hilir, Provinsi Kalimantan Barat, dengan fokus pada perubahan tutupan lahan, sifat fisik dan kimia tanah gambut, serta dinamika tinggi muka air. Data diperoleh melalui survei lapangan dan analisis citra satelit dari tahun 2016 hingga 2024, serta pengukuran langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam tutupan lahan dari hutan gambut alami menjadi lahan pertanian dan perkebunan, yang berdampak pada penurunan tinggi muka air, peningkatan risiko kebakaran, dan percepatan emisi karbon. Secara fisik, lahan gambut di wilayah ini memiliki kapasitas retensi air yang tinggi, namun aktivitas drainase mempercepat penurunan muka air dan volume gambut. Secara kimia, tanah gambut mengandung karbon organik yang tinggi, tetapi tingkat keasaman yang rendah membatasi kesuburannya. Penelitian ini menyarankan pengelolaan lahan gambut yang lebih berkelanjutan untuk mencegah degradasi lebih lanjut.
Kata kunci: lahan gambut, perubahan tutupan lahan, tinggi muka air, karbon, degradasi lahan