Pemanfaatan Tumbuhan Obat Oleh Masyarakat di Desa Suka Maju Kecamatan Sungai Betung Kabupaten Bengkayang
Abstract
Abstrak
Tumbuhan obat merupakan pemanfaatan keanekaragaman hayati yang ada di sekitar kita, baik tumbuhan budidaya maupun tumbuhan liar. Sejak zaman kuno, tumbuhan telah digunakan sebagai pengobatan untuk segala macam penyakit. Tujuan penelitian ini yaitu mendata dan mendeskripsikan jenis tumbuhan serta pola pemanfaatannya yang dimanfaatkan masyarakat sebagai obat. Penelitian dilaksanakan di Desa Suka Maju Kecamatan Sungai Betung Kabupaten Bengkayang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survey, penentuan responden dengan Purposive Sampling menggunakan rumus Slovin. Analisis data mengunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh sebanyak 56 jenis dari 37 famili yang dimanfaatkan oleh masyarakat. Jenis tumbuhan yang ditemukan berupa herba sebanyak 22 jenis (39%), liana sebanyak 4 jenis (7%), perdu sebanyak 17 jenis (31%) dan pohon sebanyak 13 jenis (23%). Bagian yang paling banyak digunakan yaitu daun sebanyak 38 jenis (68%). Cara pengolahan yang paling banyak digunakan yaitu direbus sebanyak 35 jenis (62%). Cara penggunaan yang paling banyak digunakan yaitu diminum sebanyak 39 jenis (69%). Berdasarkan status tumbuhan yaitu liar sebanyak 32 jenis dan budidaya sebanyak 24 jenis. Hasil analisis indeks etnobotani diperoleh nilai UV tertinggi yaitu kencur (Kaempferi sp) sebesar 0,26. Nilai FIV tertinggi yaitu famili Zingiberaceae sebesar 19,02. Nilai ICF tertinggi yaitu anti bakteri, antiseptik, asma, batuk darah, bisul, gangguan pencernaan, gatal-gatal, jerawat, kantung kemih, kencing batu, kencing manis, kerumut, kudis, menghentikan masa menyusui, meningkatkan nafsu makan, meredakan panas, mimisan, peradangan dan usus buntu. Nilai FL tertinggi yaitu sebanyak 13 spesies tumbuhan obat.
Kata Kunci : Desa Suka Maju, Indeks Etnobotani, Pemanfaatan, Tumbuhan Obat.
Abstract
Medicinal plants are the use of biodiversity that exists around us, both cultivated plants and wild plants. Since ancient times, plants have been used as treatments for all kinds of ailments. This research aims to record and describe the types of plants and their usage patterns that are used by the community as medicine. This research was carried out in Suka Maju Village, Sungai Betung District, Bengkayang Regency. This investigation was carried out using review methods, determining respondents by purposive sampling using the Slovin formula. Data analysis uses qualitative and quantitative descriptive analysis. Based on the results of the study, it was found that 56 species from 37 families were used by the community. The types of plants found were 22 types of herbs (39%), 4 types of lianas (7%), 17 types of shrubs (31%) and 13 types of trees (23%). The most widely used part is leaves, 38 types (68%). The most widely used processing method is boiling, with 35 types (62%). The most widely used method of use is drinking, 39 types (69%). Based on plant status, there are 32 wild species and 24 planted species. The results of the ethnobotanical index analysis obtained the highest UV value, namely galangal (Kaempferi sp) of 0.26. The highest FIV value is for the Zingiberaceae family, namely 19.02. The highest ICF value is anti-bacterial, antiseptic, asthma, coughing up blood, boils, vomiting, itching, acne, bladder, coral stones, diabetes, twitching, scabies, stopping breastfeeding, increasing appetite, relieving fever, runny nose , inflammation and appendicitis. The highest FL values were 13 medicinal plant species
Keywords : Ethnobotany Index, Medicinal Plants, Suka Maju Village, Utilization