Etnozoomedicine Masyarakat Dayak Ketungau Banyur di Dusun Setalon Desa Belitang Dua Kecamatan Belitang Kabupaten Sekadau

Authors

  • Ririn Viktoria Fitris Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura
  • M Sofwan Anwari Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura
  • Wahdina Wahdina Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura

Abstract

The use of animals as medicinal ingredients is one of the relationships between human culture and animals in their environment, known as ethnozoomedicine. This research aims to record what types of animals are used for treatment, examine traditional rituals for treatment, study the use of animals for treatment and record the conservation status of animals. This research uses a survey method, data collection techniques using interviews, determining respondents using Purposive Sampling with the Slovin formula. Based on the results of interviews with 65 respondents from the general public and 1 shaman, 13 types of animals were obtained which were used for traditional medicine. There are 2 types of animals used for traditional healing rituals, namely pigs and village chickens. The animal use value (UV) that is most widely known by the public is Tuman Fish (Gabus) with a UV value of (0.90), the highest UV value after snakehead fish is Pig (out Ot) and Kampung Chicken (Manuok Kampung) with a UV value (0.83) and (0.75), the highest UVS value is for the Python, namely 0.107. According to IUCN, 5 animals have low conservation status, 1 animal is in the vulnerable category, 1 animal is in the critically endangered category and 1 animal is in the threatened category. The conservation status of animals based on CITES includes 1 animal in the Appendix I category and 3 animals in the Appendix II category.

 

Keywords: Ethnozoomedicine, Dayak Ketungau Banyur, Belitang Dua Village

 

Abstrak

Pemanfaatan satwa sebagai bahan pengobatan merupakan salah satu hubungan antara kebudayaan manusia dengan satwa di lingkungannya yang dikenal dengan istilah etnozoomedicine. Penelitian ini bertujuan untuk mendata jenis satwa apa saja yang dimanfaatkan untuk pengobatan, mengkaji ritual adat untuk pengobatan, mengkaji pemanfaatan satwa untuk pengobatan dan mendata status konservasi satwa. Penelitian ini menggunakan metode survey, teknik pengumpulan data dengan wawancara, penentuan responden menggunakan Purposive Sampling dengan rumus Slovin. Berdasarkan hasil wawancara dengan 65 responden masyarakat umum serta 1 Dukun dan diperoleh 13 jenis satwa yang digunakan untuk Pengobatan tradisional. Satwa yang digunakan untuk Ritual Adat Pengobatan ada 2 jenis Satwa yaitu Babi dan Ayam Kampung. Nilai penggunaan satwa (UV) yang paling banyak diketahui oleh Masyarakat ialah Ikan Tuman (Gabus) dengan nilai UV (0,90), nilai UV paling tinggi setelah ikan gabus adalah Babi (out Ot) dan Ayam Kampung (Manuok Kampung) dengan nilai UV (0,83) dan (0,75), nilai UVS tertinggi adalah Ular Phyton yaitu 0.107. Status   konservasi satwa berdasarkan IUCN ditemukan 5 satwa status konservasi beresiko rendah, 1 satwa termasuk dalam kategori rentan, 1 satwa termasuk kategori terancam kritis dan 1 satwa termasuk kategori terancam. Status Konservasi satwa berdasarkan CITES terdapat 1 satwa termasuk kategori   Apendix I dan 3 satwa termasuk kategori Apendix II.

 

Kata kunci: Etnozoomedicine, Dayak Ketungau Banyur, Desa Belitang Dua.

Downloads

Published

2024-05-11