Pendugaan Tinggi Pohon Menggunakan Wahana Udara Nir-Awak (Drone) Di Arboretum Sylva Indonesia Pc. Untan

Authors

  • Yosefh Naik Raja Batubara Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura
  • Ganjar Oki Widhanarto Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura
  • Siti Puji Lestariningsih Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura

Abstract

The application of remote sensing in forestry has become a technological development for forest inventory activities. Unmanned Aerial Vehicle (drone) is the efficient one of the remote sensing tool to achieve biophysical information close to field data through its high spatial resolution. So far, the arboretum has only carried out inventory activities in the form of species identification and recording, but not periodic tree measurement activities. This study aimed to estimate the height of the tree based on the image generated from the Unmanned Aerial Vehicle (drone). The method used is measuring tree height using field measurement data and Unmaned Aerial Vehicle (drone) data. Field measurement data was obtained by Forestry Pro whereas Unmanned Aerial Vehichle (drone) data was came from an aerial imagery that taken at an altitude of 100 meters above the land surface area of 2.78 hectares at the Arboretum Sylva Indonesia PC. Untan. The stand height estimation were calculated by Digital Elevation Model (DEM), Digital Terrain Model (DTM) and Orthomosaic so that it generated a Canopy Height Model. The study result were tested by Independent sample t-test in statistic analysing. The aerial imagery were acquisition using Agisoft Metashape software to acquire the final result as Digital Elevation Model therewith Orthomosaic. The data of Digital Terrain Model obtained with a Filtering flat process using PCI Geomatica software. Tree measurement at the field were carried on 32 trees sample along with a Arboretum building to tested the actual height of trees and building measurement. The correlation test result showed that the height of trees based on Canopy Height Model has a high correlation with actual tree height measurement in the field. The same thing showed with a independent sample t-test which is the significance test that obtained was greater than a alpha value that is 0.953 > 0.05. estimating the tree height using a Unmanned Aerial Vehichle (drone) has a several benefits, such as reducing time, cost and labour. Measuring tree height using unmanned aerial vehicles (drones) can be used in Industrial Plantation Forests (HTI) that have the same age and species

Keywords: Arboretum, Canopy Height Model, Drone, Tree Height

Abstrak

Penerapan penginderaan jauh di bidang kehutanan telah menjadi perkembangan teknologi untuk kegiatan inventarisasi hutan. Wahana Nir-awak (drone) adalah salah satu produk penginderaan jauh yang efisien untuk mendapatkan informasi biofisik yang mendekati data lapangan melalui resolusi spasial yang tinggi. Selama ini arboretum hanya melakukan kegiatan inventarisasi berupa identifikasi dan pencatatan namun tidak dengan kegiatan pengukuran pohon secara berkala. Penelitian ini bertujuan melakukan pendugaan tinggi pohon berdasarkan citra yang dihasilkan dari wahana nir-awak (drone). Metode yang digunakan adalah pengukuran tinggi pohon dengan menggunakan data pengukuran lapangan dan data wahana nirawak (drone). Data pengukuran lapangan menggunakan Forestry Pro sedangkan data Wahana nir-awak (drone) yang digunakan berasal dari foto udara yang diambil pada ketinggian 100 meter diatas permukaan darat pada areal Arboretum Sylva Indonesia PC Untan yang seluas 2.78 Ha. Pendugaan tinggi pohon ini dihitung dengan menggunakan Digital Elevation Model (DEM), Digital Terrain Model (DTM), dan Orthomosaik sehingga menghasilkan data berupa Canopy Height Model (CHM). Hasil tersebut di uji dengan menggunakan uji independent bervariabel sama dalam analisis statistik. Foto udara di proses dengan menggunakan perangkat lunak yang bernama Agisoft Metashape untuk menghasilkan hasil akhir berupa Digital Elevation Model beserta Orthomosaik. Data Digital Terrain Model (DTM) di peroleh dengan proses pemangkasan di perangkat lunak yang bernama PCI Geomatica. Pengukuran tinggi pohon di lapangan dilakukan terhadap 32 pohon serta bangunan Arboretum untuk menguji tinggi pohon secara aktual di lapangan. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa tinggi pohon berdasarkan Canopy Height Model memiliki korelasi yang tinggi dengan tinggi pohon secara aktual di lapangan. Hal yang sama juga ditunjukkan dengan uji independent variabel sama   dimana uji signifikansi yang didapat lebih besar daripada nilai alpha nya yaitu 0,953 > 0,05. Pendugaan tinggi pohon menggunakan wahana nir-awak (drone) memiliki beberapa manfaat seperti mengurangi waktu, biaya, dan tenaga kerja. Pengukuran tinggi pohon menggunakan wahana nir-awak (drone) dapat digunakan pada Hutan Tanaman Industri (HTI) yang memiliki umur dan spesies yang sama.

Kata kunci: Arboretum, Canopy Height Model, Drone, Tinggi Pohon

Downloads

Published

2024-08-11