Dampak Ekonomi Program Perhutanan Sosial Bagi Masyarakat Di Sekitar Hutan Adat Ketemenggungan Tae Kecamatan Balai Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat
Abstract
The Social Forestry Program aims to reduce economic inequality and improve the welfare of communities around the forest by providing land access, business opportunities, and empowering human resources. The Ketemenggungan Tae Customary Forest, with an area of 2,189 hectares, is an example of the success of community-based forest management in West Kalimantan. This program encourages sustainable forest management through an agroforestry approach, land rotation, and empowerment of customary institutions. These activities not only increase community income but also maintain forest ecosystems and biodiversity. This study aims to explain and analyze the positive impacts of social forestry on the economy of the Ketemanggungan Tae community, Balai District, Sunggau Regency, West Kalimantan Province. This study uses a mixed method, namely a quantitative and qualitative approach. Data collection techniques use questionnaires and discussions (FGD). The sample in this study was 94 people. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics, while qualitative data were obtained through focus group discussions to explore deeper information. The results of the study indicate that the Social Forestry Program around the Ketemenggungan Tae Customary Forest, Balai District, Sanggau Regency, West Kalimantan Province, has a significant economic impact on the local community, including increasing production and farmer income. The Social Forestry Program increases community production and income through sustainable and effective forest management, such as reforestation and agroforestry. This program opens up job opportunities in the agroforestry sector, processing of non-timber forest products, and marketing of local products. The community gains skills in forest plant cultivation, forest product processing, and small business management, which allows them to manage their businesses independently and sustainably, having a positive impact on the local economy. The implication of the results of this study is that the implementation of a sustainable Social Forestry Program can be a model for environmentally-based community economic empowerment that not only improves welfare but also preserves forest ecosystems and biodiversity.
Keywords: Economic Impact, Social Forestry, Ketemenggungan Tae Customary Forest
Abstrak
Program Perhutanan Sosial bertujuan mengurangi ketimpangan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan melalui pemberian akses lahan, peluang usaha, dan pemberdayaan sumber daya manusia. Hutan Adat Ketemenggungan Tae, dengan luas 2.189 hektar, menjadi contoh keberhasilan pengelolaan hutan berbasis masyarakat adat di Kalimantan Barat. Program ini mendorong pengelolaan hutan berkelanjutan melalui pendekatan agroforestri, rotasi lahan, dan pemberdayaan lembaga adat. Kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga menjaga ekosistem hutan dan keanekaragaman hayati. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis dampak positif perhutanan sosial terhadap ekonomi masyarakat Ketemanggungan Tae Kecamatan Balai Kabupaten Sunggau Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mix method), yaitu pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan diskusi (FGD). Sampel dalam penelitian ini sebanyak 94 masyarakat. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui diskusi kelompok terfokus (focus group discussion) untuk menggali informasi lebih mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Perhutanan Sosial di sekitar Hutan Adat Ketemenggungan Tae, Kecamatan Balai, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat, memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat meliputi peningkatan produksi dan pendapatan petani. Program Perhutanan Sosial meningkatkan produksi dan pendapatan masyarakat melalui pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan efektif, seperti reboisasi dan agroforestri. Program ini membuka peluang kerja di sektor agroforestri, pengolahan hasil hutan non-kayu, dan pemasaran produk lokal. Masyarakat memperoleh keterampilan dalam budidaya tanaman hutan, pengolahan hasil hutan, serta manajemen usaha kecil, yang memungkinkan mereka mengelola usaha secara mandiri dan berkelanjutan, berdampak positif pada perekonomian lokal. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah bahwa implementasi Program Perhutanan Sosial yang berkelanjutan dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis lingkungan yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan, tetapi juga melestarikan ekosistem hutan dan keanekaragaman hayati.
Kata Kunci: Dampak Ekonomi, Hutan Adat Ketemenggungan Tae, Perhutanan Sosial,