Persepsi Kelompok Tani Hutan Kabu"™ Madu Jaya Terhadap Pengelolaan Lebah Madu Kelulut Di Desa Pahauman Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak
Abstract
The interest in cultivating stingless bees among forest farmer group members has decreased, thus affecting honey production. The purpose of this study was to describe the perception of the Kabu' Madu Jaya forest farmer group on the management of stingless bees in Pahauman Village, Sengah Temila District, Landak Regency and to explain the relationship between knowledge levels and income levels. The research method used was a survey method, taking respondents by census sampling, and collecting data through interviews and observations. Data analysis used quantitative descriptive. The study showed that the perception of the forest farmer group was an average of 3.39% with a sufficient category because the management of stingless bees was not optimal, especially in the process of caring for and producing honey. There was a significant positive relationship between perceptions of stingless bee management and knowledge levels and there was an insignificant positive relationship between perceptions of stingless bee management and income levels. Stingless bee management can be developed by considering contributions in the form of assistance and donations in the form of flowering plants from authorized parties. Keywords: Cultivation, Forest Farmer Group, Kelulut, Income, Perception Abstrak Minat budidaya lebah madu kelulut anggota kelompok tani hutan mengalami penurunan, sehingga mempengaruhi hasil produksi madu. Tujuan penelitian ini adalah menguraikan persepsi kelompok tani hutan Kabu"™ Madu Jaya terhadap pengelolaan lebah madu kelulut di Desa Pahauman Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak dan menjelaskan hubungan tingkat pengetahuan dan tingkat pendapatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, pengambilan sampel responden secara sensus, dan pengambilan data melalui wawancara dan observasi. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Penelitian menunjukkan bahwa persepsi kelompok tani hutan rata-rata total yaitu 3,39% dengan kategori cukup karena pengelolaan madu kelulut belum maksimal khususnya dalam proses perawatan dan produksi hasil madu. Terdapat hubungan positif yang signifikan antara persepsi terhadap pengelolaan lebah madu kelulut dengan tingkat pengetahuan dan terdapat berhubungan positif tidak signifikan antara persepsi terhadap pengelolaan lebah madu kelulut dengan tingkat pendapatan. Pengelolaan lebah madu kelulut dapat dikembangkan dengan memperhatikan kontribusi berupa pendampingan dan sumbangan berupa tanaman berbunga dari pihak yang berwenang. Kata kunci: Budidaya, Kelompok Tani Hutan, Kelulut, Pendapatan, PersepsiDownloads
Published
2024-11-04
Issue
Section
Articles