Analisis Pendugaan Erosi dan Prediksi Perubahan Penutupan Lahan Di DAS Mempawah Provinsi Kalimantan Barat
Keywords:
Erosion Estimation, Land Cover Change Prediction, WatershedAbstract
The Mempawah Watershed plays a vital role in providing raw water and irrigation for the Landak and Mempawah regencies but faces serious erosion problems requiring restoration efforts. This study aims to assess land cover changes, estimate erosion and sedimentation, and develop land cover planning directives based on permissible erosion limits. The methods used include map overlay, land cover prediction using Markov and CA-Markov models, erosion estimation with the USLE equation, sediment estimation using the SDR approach, and simulation of land cover scenarios. Results show that between 2009 and 2020, significant land cover changes occurred: dryland farming areas decreased by 8,960.1 ha, while plantation areas increased by 26,906.4 ha. The average existing erosion rate in the Mempawah Watershed was 210.34 tons/ha/year, far exceeding the tolerable erosion rate of 29.5 tons/ha/year. The best scenario for land cover planning refers to the Spatial Plan (RTRW) of Landak and Mempawah Regencies for 2014"“2034, which reduces the estimated erosion rate to 29.39 tons/ha/year, effectively lowering erosion by 88.25% compared to the current condition. Therefore, this scenario is recommended as the primary strategy for erosion control and watershed restoration in the Mempawah area. Keywords: Erosion Estimation, Land Cover Change Prediction, Watershed Abstrak DAS Mempawah memiliki peranan penting dalam penyediaan air baku dan irigasi sawah bagi wilayah Kabupaten Landak dan Mempawah, namun menghadapi masalah erosi tinggi sehingga perlu dilakukan upaya pemulihan. Penelitian ini bertujuan mengkaji perubahan tutupan lahan, menduga erosi dan sedimen, serta menyusun arahan rencana tutupan lahan berdasarkan indikator erosi yang diperbolehkan. Metode yang digunakan meliputi tumpang susun peta, prediksi tutupan lahan menggunakan model Markov dan CA-Markov, pendugaan erosi dengan persamaan USLE, pendekatan SDR untuk pendugaan sedimen, serta simulasi skenario tutupan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode 2009"“2020 terjadi perubahan luas tutupan lahan, di mana pertanian lahan kering mengalami penurunan terbesar sebesar 8.960,1 ha, sedangkan perkebunan mengalami peningkatan terbesar sebesar 26.906,4 ha. Rata-rata laju erosi eksisting di DAS Mempawah mencapai 210,34 ton/ha/tahun, jauh melebihi batas toleransi sebesar 29,5 ton/ha/tahun. Skenario terbaik untuk rencana tutupan lahan mengacu pada RTRW Kabupaten Landak dan Kabupaten Mempawah tahun 2014"“2034, yang mampu menurunkan dugaan laju erosi menjadi 29,39 ton/ha/tahun, atau menekan erosi hingga 88,25% dari kondisi eksisting. Dengan demikian, skenario ini direkomendasikan sebagai strategi utama dalam upaya pengendalian erosi dan pemulihan DAS Mempawah. Kata kunci: Daerah Aliran Sungai, Pendugaan Erosi, Tutupan LahanDownloads
Published
2024-11-05
Issue
Section
Articles