Analisis Habitat Tempat Bersarang Burung Enggang (Bucerotidae) pada Kawasan Hutan di Desa Kelayu Kecamatan Suti Semarang Kabupaten Bengkayang
Abstract
The hornbill is an icon of Asia's tropical rainforests and plays a major role in the dispersal of seeds which are important in maintaining the health of tropical rainforests. The aim of the research is to analyze and provide information regarding the characteristics of the nesting habitat for hornbills (Bucerotidae) in forest areas in Kelayu Village, Suti District, Semarang, Bengkayang Regency. This research uses a survey method with a purposive sampling technique, namely observations made on trees used as nesting sites and around them. The research results showed that there were 3 species of hornbills found, including the Rhinoceros hornbill (Buceros rhinoceros), the ivory hornbill (Rhinoplax vigil), and the black hornbill (Anthracoceros malayanus). The tree used as a nesting place is the Ficus macrophylla species at an altitude of 723 meters above sea level (masl). The tree characteristics that hornbills are interested in for nesting are large trees that have a diameter at breast height ranging from (70.5-97.8) cm with a tree height reaching (35.5-50.0) meters and a nest height from the ground reaching (30 .7-39.3) meters has several forks and woodpecker holes. There are 16 types of trees and 10 types of wildlife (mammals and aves) found around the trees where hornbills nest, dominated by the Ficus sp species (fig group) with 17 individuals. environmental physical factors (slope, temperature and air humidity) show that the slope ranges from (17.5-37.5)%, temperature (24.0-25.5) °C and humidity (55.7-68.0)% . Key words: Hornbill, habitat, tree nest. Abstrak Burung Enggang merupakan ikon hutan hujan tropis Asia yang berperan besar dalam penyebaran benih yang penting dalam menjaga kesehatan hutan hujan tropis. Tujuan penelitian adalah menganalisis dan memberikan informasi terkait karakteristik habitat tempat bersarang burung enggang (Bucerotidae) pada kawasan hutan di Desa Kelayu Kecamatan Suti Semarang Kabupaten Bengkayang. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik purposive sampling yaitu pengamatan dilakukan pada pohon yang digunakan sebagai tempat bersarang dan disekitarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 spesies enggang ditemukan diantaranya enggang badak (Buceros rhinoceros), enggang gading (Rhinoplax vigil), dan Kangkareng hitam (Anthracoceros malayanus). Pohon yang digunakan sebagai tempat bersarang adalah spesies Ficus macrophylla berada pada ketinggian tempat 723 meter diatas permukaan laut (mdpl). Karakteristik pohon yang diminati burung enggang untuk bersarang adalah pohon besar memiliki diameter setinggi dada mulai dari (70,5-97,8) cm dengan tinggi pohon mencapai (35,5-50,0) meter dan ketinggian sarang dari permukaan tanah mencapai (30,7-39,3) meter memiliki beberapa percabangan dan lubang bekas burung pelatuk. Terdapat 16 jenis pohon dan 10 jenis satwa liar (mamalia dan aves) ditemukan di sekitar pohon tempat bersarang burung enggang didominasi oleh spesies Ficus sp (kelompok ara) sebanyak 17 individu. faktor fisik lingkungan (kelerengan, suhu dan kelembaban udara) menunjukkan bahwa kelerengan berkisaran (17,5-37,5)%, suhu (24,0-25,5) °C dan kelembaban (55,7-68,0)%. Kata kunci: Burung enggang, habitat, pohon sarang.Downloads
Published
2025-02-06
Issue
Section
Articles