Pengetahuan Lokal Masyarakat Di Desa Banua Ujung Kecamatan Embaloh Hulu Dalam Memanfaatkan Tumbuhan Sebagai Bahan Konstruksi
Abstract
Construction materials are all types of materials used in the construction of a construction structure. The Banua Ujung Village community socio-culturally utilizes plants in various purposes including as construction materials. This study aims to describe local knowledge of the community in utilizing plants as construction materials and to calculate the importance of plant species and family in their use as construction materials. The method used in this study is a survey method with data collection techniques using interviews and direct observation to the community in Banua Ujung Village. The respondent sampling technique uses the key person technique and purposive sampling with the determination of purposive sampling respondents using the slovin formula. The research results show that the community in Banua Ujung Village utilizes as many as 10 plant species from 5 family as construction materials. The ironwood plant species (Euideroxylon zwageeri) and meranti sarang punai (Rubroshorea parvifolia) are the plant species that have the highest utility value in society as construction materials with a utility value of 1. The Dipterocarpaceae and Lauraceae family are the families with the highest importance in society as construction materials with an importance value of 100%. Keywords: Local knowledge, construction materials, Banua Ujung Village Abstrak Bahan konstruksi adalah segala jenis bahan yang digunakan dalam keperluan membangun sebuah struktur konstruksi. Masyarakat Desa Banua Ujung secara sosial budaya memanfaatkan tumbuhan didalam berbagai keperluan termasuk sebagai bahan konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengetahuan lokal masyarakat dalam memanfaatkan tumbuhan sebagai bahan konstruksi dan menghitung nilai penting spesies dan famili tumbuhan dalam pemanfaatnnya sebagai bahan konstruksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi langsung kepada masyarakat di Desa Banua Ujung. Teknik pengambilan sampel responden menggunakan teknik key person dan purposive sampling dengan penentuan responden purposive sampling menggunakan rumus slovin. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat di Desa Banua Ujung memanfaatkan sebanyak 10 spesies tumbuhan dari 5 famili sebagai bahan konstruksi. Spesies tumbuhan ulin (Euideroxylon zwageeri) dan meranti sarang punai (Rubroshorea parvifolia) menjadi spesies tumbuhan yang memiliki nilai kegunaan tertinggi dimasyarakat sebagai bahan konstruksi dengan nilai kegunaan yaitu 1. Famili Dipterocarpaceae dan Lauraceae menjadi famili dengan nilai kepentingan tertinggi dimasyarakat sebagai bahan konstruksi dengan nilai kepentingan yaitu 100%. Kata kunci: Pengetahuan lokal, bahan konstruksi, Desa Banua UjungDownloads
Published
2025-05-21
Issue
Section
Articles