Etnoteknologi Berburu Dayak Kanayatn di Desa Nangka Kecamatan Menjalin Kabupaten Landak

Authors

  • marselina marselina Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura
  • Hari Prayogo Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura
  • Togar Fernando Manurung Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura

Abstract

The Dayak Kanayatn community in Nangka Village, Menjalin District, Landak Regency hunts to meet their daily needs. This objective is to record hunting equipment and study the techniques used by the community in Nangka Village and collect data on the types of animals that are the target of hunting by the Nangka Village community. This study used a survey method of data collection by interviewing 15 respondents with a questionnaire guide and purposive sampling technique. The data analysis used was a qualitative descriptive method, describing the characteristics of hunters, describing the types of wild animals that are the target of hunting, describing the hunting ethnotechnology used by the community, and describing hunting equipment. The results of the study showed that there were 2 hunting techniques, namely individual and group, namely around 5 to 7 people in one group of hunters and 10 types of hunting tools for the Nangka village community, namely snares, traps, spears, pantes arrows, trawls, fishing rods, sticky rice traps, blowpipes, fish hooks, squirrel traps. The hunters in Nangka village use dogs as assistant animals. The types of game animals that are the target of the Dayak Kanayatn people are wild boar, mouse deer, deer, tree civet, monitor lizard, paddy snake, paddy frog, turtle, labi-labi, squirrel, flying fox, rice carp, punai bird, river fish (toman fish, baung fish, cork fish.) Keywords: Hunting, Dayak Kanayatn, Ethnotechnology Abstrak Masyarakat Dayak Kanayatn di Desa Nangka Kecamatan Menjalin Kabupaten Landak melakukan perburuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tujuan penelitian ini untuk mendata peralatan berburu dan mengkaji teknik yang digunakan oleh masyarakat di Desa Nangka serta mengumpulkan data mengenai jenis satwa yang menjadi sasaran buruan oleh masyarakat Desa Nangka. Penelitian ini menggunakan metode survey pengambilan data dengan wawancara terhadap 15 responden dengan panduan quisioner dan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, mendeskripsikan karakteristik pemburu, jenis satwa liar yang menjadi target buruan, mendeskripsikan etnoteknologi berburu yang digunakan oleh masyarakat, serta mendeskripsikan peralatan berburu. Hasil penelitian menunjukan ada 2 teknik berburu yaitu perorangan dan kelompok yaitu sekitar 5 sampai 7 orang dalam satu kelompok pemburu dan 10 jenis alat berburu masyarakat desa Nangka yaitu jerat, bubu, tombak, panah pantes, pukat, pancing, perangkap pulut, sumpit, tangguk ikan, perangkap tupai. Masyarakat pemburu di desa Nangka mengunakan hewan pembantu berupa anjing. Jenis satwa buruan yang menjadi sasaran buruan masyarakat Dayak Kanayatn yaitu babi hutan, pelanduk, kijang, musang pohon, biawak, ular sawah, kodok sawah, kura-kura, labi-labi, tupai, burung kalong, burung kareo padi, burung punai, ikan sungai(ikan toman, ikan baung, ikan gabus.) Kata Kunci : Berburu, Dayak Kanayatn, Etnoteknologi

Downloads

Published

2025-02-04