Pemanfaatan Tumbuhan Hutan Berkhasiat Obat Oleh Masyarakat Suku Dayak Pangkodan di Kelurahan Bunut Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau

Authors

  • Felgia Sasmita Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura
  • Gusti Eva Tavita Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura
  • Fathul Yusro Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura

Abstract

The Dayak Pangkodan tribe still relies on plants as an alternative to treat various types of diseases, the plants used often come from the forest. The purpose of this study was to analyze the types of medicinal forest plants used by the Dayak Pangkodan tribe in Bunut Village, Kapuas District, Sanggau Regency and to analyze the pattern of utilization of plant parts used for treatment, and to find out what species of diseases can be treated with these medicinal plants. The research method was a survey, data collection techniques by interview, determination of respondents by purposive sampling and snowball sampling. All respondents interviewed used medicinal plants with a total of 27 species of medicinal plants from 21 families used. There is 1 species of medicinal plant that cannot be identified, namely the Uri Towan plant. Fabaceae is a plant family with the highest FIV value (11.90). Bajakah roots (Spatholobus littoralis), Kesarek (Spatholobus ferrugineus) and Uri Jipun (Fordia splendidissima) have the highest UV values (0.24; 0.21 and 0.17). The disease group with the highest ICF value (1) is colds, headaches, diabetes, breast cancer, postpartum female intimate organs, blood clots, kidney pain, chest pain, menstruation, dysentery, high fever/step, blisters, sprained bones, and eye pain. The highest FL value (100%) is owned by 25 plants. Keywords: Utilization of Medicine, Dayak Pangkodan Tribe, Forest Plants. Abstrak Masyarakat suku Dayak Pangkodan sampai saat ini masih mengandalkan tumbuhan sebagai alternatif untuk mengobati berbagai macam jenis penyakit, tumbuhan yang dimanfaatkan seringkali berasal dari hutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis jenis-jenis tumbuhan hutan berkhasiat obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat suku Dayak Pangkodan di Kelurahan Bunut Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau serta menganalisis pola pemanfaatan bagian tumbuhan yang digunakan untuk pengobatan, dan mengetahui apa saja jenis penyakit yang dapat diatasi dengan tumbuhan obat tersebut. Metode penelitian ini adalah survei, teknik pengambilan data dengan wawancara, penentuan responden dengan purposive sampling dan snowball sampling. Seluruh responden yang diwawancarai menggunakan tumbuhan obat dengan jumlah spesies 27 jenis tumbuhan obat dari 21 famili yang dimanfaatkan.Terdapat 1 spesies tumbuhan obat yang tidak dapat teridentifikasi yaitu tumbuhan Uri Towan. Fabaceae merupakan famili tumbuhan dengan nilai FIV tertinggi (11,90). Akar Bajakah (Spatholobus littoralis), Kesarek (Spatholobus ferrugineus) dan Uri Jipun (Fordia splendidissima) memiliki nilai UV tertinggi (0,24; 0,21 dan 0,17). Kelompok penyakit dengan nilai ICF tertinggi (1) yaitu masuk angin, sakit kepala, diabetes, kanker payudara, organ intim wanita pasca melahirkan, darah beku, sakit ginjal, sakit dada, datang bulan, disentri, panas tinggi/step, luka melepuh, tulang keseleo, dan sakit mata. Nilai FL tertinggi (100%) dimiliki oleh 25 tumbuhan. Kata kunci: Pemanfaatan Obat, Suku Dayak Pangkodan, Tumbuhan Hutan.

Downloads

Published

2025-02-07