Etnozoologi Pada Masyarakat Dayak Bidayuh Di Desa Bengkawan Kecamatan Seluas Kabupaten Bengkayang

Authors

  • Isna Isna Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura
  • Iskandar Iskandar Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura
  • Herlina Darwati Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura

Abstract

Dayak Bidayuh is one of the indigenous tribes that inhabit the island of Kalimantan, which is divided into various sub-tribes with different languages and cultures. Sei Biang Hamlet, Bumbung Hamlet, and Simpan Empat Hamlet are one of the hamlets, where the Dayaj Bidayuh tribe is spread in the sub-district as wide as Bengkayang Regency. This study aims to obtain and document how animals are used for traditional rituals and medicine used by the community and to preserve the knowledge of traditional rituals and medicine of the Dayak Bidayuh community in Bengkawan Village, Seluas District, Bengkayang Regency. The method used in this study is a survey method with interviews with the Dayak Bidayuh tribe in Bengkawan Village, precisely in Sei Biang Hamlet, Bumbung Hamlet, and Simpang Empat Hamlet. The selection of respondents was carried out using the purposive sampling technique for shamans and traditional leaders. The results of this study obtained 8 species of animals that can be utilized by the Dayak Bidayuh community in Bengkawan Village. Of the 8 species of animals, 3 species of animals are used for traditional rituals and 5 species of animals are used for treatment. The use of animals includes various parts of the animal's body that are used, including the entire body, blood, liver and head. The method of processing animals for treatment is by cooking, boiling, and burning. The use of animals for treatment is by drinking, applying, and eating. Keywords: Dayak Bidayuh, Ethnozoology, Traditional Rituals and Treatmen Abstrak Dayak Bidayuh merupakan salah satu suku asli yang mendiami pulau Kalimantan yang terbagi kedalam berbagai sub-suku dengan bahasa dan budaya. Dusun sei biang, dusun bumbung, dan dusun simpan empat merupakan salah satu dusun, dimana tersebar suku Dayak Bidayuh di kecamatan seluas Kabupaten Bengkayang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data dan mendokumentasikan cara pemanfaatan hewan untuk ritual adat dan pengobatan yang dimanfaatkan oleh masyarakat Dayak Bidayuh di Desa Bengkawan Kecamatan Seluas Kabupaten Bengkayang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei, pengambilan data dengan wawancara terhadap masyarakat suku Dayak Bidayuh di Desa Bengkawan tepatnya di Dusun Sei Biang, dusun bumbung, dan dusun simpang empat. Pemilihan responden dilakukan dengan teknik purposive sampling untuk dukun dan pengutus adat. Hasil penelitian ini diperoleh 8 jenis hewan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Dayak Bidayuh di Desa Bengkawan untuk ritual adat dan pengobatan. Delapan jenis hewan tersebut terdapat 3 jenis hewan digunakan untuk ritual adat dan 5 jenis hewan digunakan untuk pengobatan. Pemanfaatan hewan mencakup berbagai bagian tubuh hewan yang digunakan antara lain seluruh tubuh, darah, hati dan kepala. Cara pengolahan hewan untuk pengobatan dengan cara dimasak, direbus, dan dibakar. Pemanfaatan hewan untuk pengobatan dengan cara diminum, dioleskan, dan dimakan. Kata kunci : Dayak Bidayuh, Etnozoologi, Ritual Adat, Pengobatan

Downloads

Published

2025-02-09