Analisis Pemangku Kepentingan Dalam Pengelolaan Kawasan Wisata Mangrove Di Kelurahan Setapuk Besar Kecamatan Singkawang Utara
Abstract
Mangrove tourism in Setapuk Besar Village is an area that has an important role for the people of Singkawang City, but its existence has not received serious attention so that institutional handling is needed to pay attention to the existence of interested parties. This study aims to identify stakeholders involved in the management of the Mangrove Tourism area in Setapuk Besar Village and analyze the role of each stakeholder in the management of the Mangrove Tourism area in Setapuk Besar Village. The research method used is a survey, data collection techniques using snowball. There are 8 stakeholders involved in the management of the mangrove tourism area in Setapuk Besar Village consisting of 3 stakeholders as subjects, 2 key player stakeholders, 1 context setter stakeholder and 2 cword stakeholders. Based on the research results of mangrove tourism stakeholders in Setapuk Besar sub-district, including: Singkawang City Tourism Office, Pontianak Coastal and Marine Resources Management Center (BPSPL), Singkawang City Environmental Office, mangrove park tourism awareness group, Setapuk Besar sub-district, North Singkawang Police, Pontianak Tanjungpura University and tourists. In general, in managing Setapuk Besar mangrove tourism, collaboration between stakeholders is needed to create sustainable management. Keywords: Analysis, Area Management, Mangrove Tourism, Setapuk Besar, Stakeholders Abstrak Wisata mangrove di Kelurahan Setapuk Besar merupakan kawasan yang mempunyai peranan penting bagi masyarakat Kota Singkawang, namun keberadaannya belum mendapat perhatian serius sehingga diperlukan penanganan secara kelembagaan yang memperhatikan keberadaan para pihak yang berkepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi stakeholder yang terlibat dalam pengelolaan kawasan Wisata Mangrove di Kelurahan Setapuk Besar dan menganalisis peran masing-masing stakeholder dalam pengelolaan kawasan Wisata Mangrove di Kelurahan Setapuk Besar. Metode penelitian yang digunakan adalah survey, teknik pengumpulan data menggunakan snowball. Stakeholder yang terlibat dalam pengelolaan kawasan wisata mangrove di Kelurahan Setapuk Besar berjumlah 8 orang yang terdiri dari 3 stakeholder sebagai subjek, 2 stakeholder key player, 1 stakeholder context setter dan 2 stakeholder cword. Berdasarkan hasil penelitian pemangku kepentingan wisata mangrove di Kecamatan Setapuk Besar, antara lain: Dinas Pariwisata Kota Singkawang, Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak, Dinas Lingkungan Hidup Kota Singkawang, kelompok sadar wisata taman mangrove, Kecamatan Setapuk Besar, Polsek Singkawang Utara, Universitas Tanjungpura Pontianak dan wisatawan. Secara umum, dalam pengelolaan wisata mangrove Setapuk Besar diperlukan kolaborasi antar pemangku kepentingan agar tercipta pengelolaan yang berkelanjutan. Kata kunci: Analisis, Pemangku Kepentingan, Pengelolaan Kawasan, Setapuk Besar, Wisata MangroveDownloads
Published
2025-08-08
Issue
Section
Articles