Pengetahuan Tradisional dan Praktik Pemanfaatan Sayur Lokal Oleh Masyarakat Desa Balai Belungai Kecamatan Toba Kabupaten Sanggau
Abstract
Local vegetables are an important part of community food sources that reflect traditional knowledge and attachment to the surrounding environment. This study aims to identify and analyze the types of plants used as vegetables by the community in Nek Bindang Hamlet and Balai Rawa Hamlet, Balai Belungai Village, Toba District, Sanggau Regency. The research was conducted in November-December 2023 using field survey method with qualitative and quantitative approaches. Data collection was conducted through interviews using questionnaires to 72 respondents selected by purposive sampling. Data analysis included Use Value (UV) index, Family Importance Value (FIV), Using Value Species (UVs), and Fidelity Level (FL). The results showed that there were 33 plant species from 24 families that were utilized as vegetables. The Cucurbitaceae family is the most dominant family with 5 species. The most common habitus found was herbaceous (42,42%), and the most commonly utilized plant parts were leaves (29,55%). The highest UV value was found in cassava (Manihot utilissima) with a UV value of (0,74). The highest FIV was found in the Cucurbitaceae family at (9,42%). The highest Using Value Species (UVs) were taro (Colocasia esculenta) and cassava (Manihot utilissima) each with a value of (0,03). Fidelity Level (FL) values based on the lowest category as vegetables are durian (Durio zibethinus) (27,24%), cassava (Manihot utilissima) with a value of (75,71%) and kecombrang (Etlingera elatior) (50%). These results show that the local knowledge of the community is still very dependent on the surrounding biodiversity as a source of food. Documentation and preservation of this knowledge is important as an effort to support local wisdom-based food security. Keywords: local vegetables, use value, food security Abstrak Sayuran lokal merupakan bagian penting dari sumber pangan masyarakat yang mencerminkan pengetahuan tradisional dan keterikatan dengan lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai sayur oleh masyarakat di Dusun Nek Bindang dan Dusun Balai Rawa, Desa Balai Belungai, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau. Penelitian dilakukan pada November"“Desember 2023 menggunakan metode survei lapangan dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuisioner kepada 72 responden yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data mencakup indeks Use Value (UV), Family Importance Value (FIV), Using Value Spesies (UVs), dan Fidelity Level (FL). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 33 jenis tumbuhan dari 24 famili yang dimanfaatkan sebagai sayur. Famili Cucurbitaceae merupakan famili paling dominan dengan 5 jenis. Habitus yang paling banyak ditemukan adalah herba (42,42%), dan bagian tumbuhan yang paling umum dimanfaatkan adalah daun (29,55%). Nilai UV tertinggi ditemukan pada ubi kayu (Manihot utilissima) dengan nilai UV sebesar (0,74). FIV tertinggi terdapat pada famili Cucurbitaceae sebesar (9,42%). Nilai Using Value Spesies (UVs) tertinggi adalah talas (Colocasia esculenta) dan ubi kayu (Manihot utilissima) masing-masing dengan nilai (0,03). Nilai Fidelity Level (FL) berdasarkan kategori terendah sebagai sayur adalah durian (Durio zibethinus) (27,24%), kecombrang (Etlingera elatior) (50%), dan ubi kayu (Manihot utilissima) (75,71%). Hasil ini menunjukkan bahwa pengetahuan lokal masyarakat masih sangat bergantung pada keanekaragaman hayati sekitar sebagai sumber pangan. Dokumentasi dan pelestarian pengetahuan ini penting dilakukan sebagai upaya mendukung ketahanan pangan berbasis kearifan lokal. Kata kunci: sayur lokal, nilai guna, ketahanan panganDownloads
Published
2025-05-06
Issue
Section
Articles