NILAI MANFAAT TENGKAWANG (Shorea Spp) BAGI MASYARAKAT DI HUTAN ADAT DAYAK MAYAO DESA UPE KECAMATAN BONTI KABUPATEN SANGGAU

Authors

  • Muhammad Ritwan Harahap Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura
  • Farah Diba Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura
  • Siva Devi Azahra Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura

Keywords:

Kata kunci, Hutan Adat, Nilai Manfaat, Tengkawang

Abstract

Tengkawang (Shorea spp.) is a plant species that holds multiple benefits in terms of economic, cultural, and social values. Tengkawang serves as an important commodity for the community of Upe Village, as a large number of tengkawang trees are found in the area. The purpose of this research is to describe the benefits and utilization of different types of tengkawang by the community of Upe Village, Bonti Subdistrict, Sanggau Regency. The study was conducted in three hamlets: Lanong, Kadak, and Kelompu Mayao, within Upe Village, Bonti Subdistrict, Sanggau Regency. The research method applied in this study involved surveys and interviews. The results show that there are four types of tengkawang in Upe Village utilized by the community: red rambai tengkawang (Shorea pinanga), small sail red tengkawang (Shorea stenoptera), yellow trinak majau tengkawang (Shorea acuminatissima), and white tengkawang (Shorea javanica). The parts of the tree used by the community include the trunk (61%), resin (100%), fruit (54%), and leaves (15%). The most utilized parts are the trunk and resin due to their higher selling prices, with the price per wood plank ranging from IDR35,000 to 40,000. The resin is priced at IDR2,000 per kg, and IDR2,500 per kg for cleaned resin. Tengkawang fruit sells for IDR2,500 per kg if dried and cleaned, and IDR2,000 per kg if uncleaned. Tengkawang leaves are not sold, as they are only used by the community for daily household needs. Keywords: Customary Forest, Benefit Value, Tengkawang Abstrak Tengkawang (Shorea spp) merupakan tumbuhan yang memiliki banyak nilai manfaat baik dari segi ekonomi, budaya, dan sosial. Tengkawang sebagai komoditas penting bagi masyarakat Desa Upe dikarenakan sebagian besar tengkawang Desa Upe banyak terdapat pohon tengkawang. Tujuan dari penelitian adalah untuk mendeskripsikan nilai manfaat jenis-jenis tengkawang bagi masyarakat Desa Upe Kecamatan Bonti Kabupaten Sanggau. Penelitian dilaksanakan di tiga dusun yaitu Dusun Lanong, Dusun Kadak, dan Dusun Kelompu Mayao di Desa Upe Kecamatan Bonti Kabupaten Sanggau. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode survei dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 4 jenis tengkawang di Desa Upe yaitu tengkawang merah rambai (Shorea pinanga), tengkawang merah layar kecil (Shorea stenoptera), tengkawang kuning trinak majau (Shorea acuminatissima), dan tengkawang putih (Shorea javanica) yang dimanfaatkan oleh masyarakat. Bagian yang dimanfaatkan oleh masyarakat antara lain batang (61%), getah (100%), buah (54%) dan daun (15%). Bagian dari pohon tengkawang yang paling banyak dimanfaatkan oleh masyarakat yaitu batang dan getah dikarenakan harga jual yang paling tinggi dengan harga per papan Rp35.000 sampai Rp 40.000, untuk getah harganya Rp2.000 per kg, untuk getah yang sudah dibersihkan Rp2.500 per kg, jika belum dibersihkan, harga untuk buah tengkawang Rp2.500 per kg, untuk getah yang buah sudah dikeringkan dan Rp2.000 per kg untuk buah yang belum dibersihkan. Daun tengkawang tidak diperjualbelikan, karena masyarakat hanya memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kata kunci : Hutan Adat, Nilai Manfaat , Tengkawang

Downloads

Published

2025-05-11