Asosiasi Fungi Mikoriza Arbuskula Dengan Litsea Garciae, Macaranga Pruinosa Dan Actinodaphne Glabra

Authors

  • Resty Fatwa Auliya Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura
  • Hanna Artuti Ekamawanti Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura
  • Reine Suci Wulandari Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura

Abstract

Arbuscular mycorrhizal fungi (FMA) are soil microbes that associate with plant roots. FMA is more optimal in clonising host plants in soil conditions that are poor in phosphorus nutrients. The study aims to prove the association of FMA with Litsea garciae (engkala), Macaranga pruinosa (mahang), and Actinodaphne glabra (medang), which grow in the green open space of the Faculty of Forestry, Tanjungpura University. The study used a survey method with purposive sampling technique. Rhizosphere and root samples were taken from engkala, mahang and medang seedlings of three individuals each. The results showed that there was an FMA association of the two types of plants mahang, and medang marked by FMA colonisation, while engkala did not colonise with FMA as evidenced by the absence of diagnostic structures. The percentage of colonisation of mahang plants (27.33%) was in the medium category, while the percentage in medang was low (2.51%) and engkala was not colonised(0.00%). FMA spores found in the three plant rhizospheres sampled were Glomus with seventeen spore types and Acaulospora with one spore type. Arbuscular mycorrhizal fungi can be used as biological agents to conserve species in green spaces. Keywords: Arbuscular mycorrhizal fungi, Actinodaphne glabra, Litsea garciae, Macaranga pruinose Abstrak Fungi mikoriza arbuskula (FMA) merupakan merupakan mikroba tanah yang berasosiasi dengan akar tumbuhan. FMA lebih optimal mengkolonisasi tumbuhan inang pada kondisi tanah yang miskin unsur hara fosfor. Penelitian bertujuan membuktikan adanya asosiasi FMA dengan Litsea garciae (engkala), Macaranga pruinosa (mahang), dan Actinodaphne glabra (medang), yang tumbuh di ruang terbuka hijau Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura. Penelitian menggunakan metode survei dengan teknik purposive sampling. Sampel rizosfer dan akar diambil dari semai engkala, mahang dan medang masing-masing sebanyak tiga individu. Hasil penelitian diperoleh bahwa adanya asosiasi FMA dari kedua jenis tumbuhan mahang dan medang. Stuktur kolonisasi FMA dijumpai pada tumbuhan mahang dan medang yang ditandai dengan kolonisasi FMA. Sementara engkala tidak terkolonisasi oleh FMA dibuktikan oleh tidak adanya stuktur diagnostik.Persentase kolonisasi tumbuhan mahang (27,33%) termasuk kategori sedang, sedangkan persentase pada medang tergolong rendah (2,51%) dan engkala tidak terkolonisasi (0,00%). Spora FMA yang ditemukan diketiga rizosfer tumbuhan yang disampling adalah Glomus dengan tujuh belas tipe spora dan Acaulospora dengan satu tipe spora. Fungi mikoriza arbuskular dapat digunakan sebagai agens hayati untuk melestarikan spesies di RTH. Kata kunci: Actinodaphne glabra, Fungi Mikoriza Arbuskula, Litsea garciae, Macaranga pruinosa

Downloads

Published

2025-05-16