REDESAIN SEKOLAH LUAR BIASA DHARMA ASIH PONTIANAK

Authors

  • Priskila Setiadi Tok Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/jmars.v3i2.13191

Abstract

Pendidikan formal diperlukan untuk membentuk kehidupan anak dengan memberikan pengetahuan dan wawasan dari sejak usia dini hingga dewasa. Pendidikan formal bisa didapatkan oleh setiap anak dan tidak terkecuali bagi anak penyandang cacat. Pendidikan formal bagi mereka tidak sama seperti anak normal melainkan pendidikan formal khusus yang disebut SLB (Sekolah Luar Biasa). SLB Dharma Asih merupakan salah satu sekolah yang melayani pendidikan khusus di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. SLB Dharma Asih melayani pendidikan bagi anak tunagrahita dan anak tunarungu/tunawicara. Sekolah tersebut belum memenuhi perancangan sesuai dengan standar SLB dan disesuaikan dengan kebutuhan anak tunagrahita dan anak tunarungu/tunawicara pada setiap jenjang pendidikannya. Perbedaan kebutuhan khusus mereka diidentifikasi agar bisa mengidentifikasi standar SLB yang diperlukan. Hasil identifikasi tersebut untuk mendapatkan fungsi ruang dan persyaratan ruang yang dibutuhkan untuk anak penyandang cacat dengan kebutuhan khusus di SLB Dharma Asih, sistem utilitas dan struktur yang dibutuhkan sesuai dengan keadaan dan kegiatan anak-anak, sistem tapak lingkungan seperti peletakan bangunan, sirkulasi bangunan, orientasi, vegetasi dan arsitektur lingkungan baik secara eksternal maupun internal. Bentuk, ruang dan susunan terkait tata ruang dalam dan tata ruang luar bangunan akan terbentuk sehingga menghasilkan skematik desain berupa pra-rancangan dan pengembangan rancangan terkait redesain SLB Dharma Asih.

 

Kata kunci: SLB Dharma Asih, anak penyandang cacat, standar SLB

Author Biography

Priskila Setiadi Tok, Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Downloads

Published

2016-01-11

Issue

Section

Design Articles (Student)