BORNEO CONVENTION AND EXHIBITION CENTER
DOI:
https://doi.org/10.26418/jmars.v6i1.25165Abstract
Kegiatan ekshibisi dan konferensi merupakan salah satu kegiatan yang berguna untuk meningkatkan taraf perekonomian dan kemajuan suatu daerah. Gedung konvensi merupakan salah satu hal yang wajib ada untuk mewadahi kegiatan ekshibisi dan konferensi agar dapat terfasilitasi dengan baik. Dengan meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia sebagai destinasi Meeting, Incentive, Conference and Exhibition (MICE), menjadikan keberadaan gedung konvensi sebagai sesuatu yang signifikan. Sebagai salah satu daerah pemekaran yang mulai berkembang serta giat dalam memajukan wilayahnya, Kubu Raya menjadi daerah strategis untuk dijadikan sebagai pusat ekshibisi dan konferensi. Memiliki akses yang dekat dengan bandara, Kubu Raya juga memiliki potensi besar sebagai area bisnis dan pusat komersil. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk mewadahi aktifitas konvensi di dalamnya, melalui ruang-kuang yang berkapasitas besar dan fungsional. Pada proses perancangan desain untuk bangunan konvensi dan eksibisi ini menghasilkan karakteristik tema yaitu, "Dynamic concept for entertaining space". Tema dihasilkan dari permasalahan, potensi dan fungsi utama bangunan sebagai bangunan entertaint. Selain itu, bentukan yang menjadi karakteristik bangunan. Dengan tema ini bangunan dapat memunculkan ciri khas dinamis sebagai karakteristik di Kuburaya sedangkan entertaining space ialah fungsi bangunan itu sendiri sebagai wadah hiburan dan pertemuan serta dapat memberikan kenyamanan pada pengguna konvensi dan ekshibisi yang ada di kota Kuburaya.
Kata Kunci :Konvensi, ekshibisi, gedung konvensi
References
Direktorat Jendral Pariwisata Republik Indonesia. 1992. Keputusan Direktorat Jendral Pariwisata Nomor : Kep-06/U/IV/1992; pasal 1 : Pelaksanaan Usaha Jasa Konvensi, Perjalanan Insetif dan Pameran. Direktorat Jendral Pariwisata Republik Indonesia. Jakarta
Ham, Roderick. 1972. Theatre Planning. The Architectural Press. London
Harris, Cyril M. 1975. Dictionary of Architecture and Construction. McGraw-Hill, Inc. United Stated of America
Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. 1991. Kebijakan Menteri Pariwisata No: KM/108/HM 703/MPPT-91; pasal 1 : Usaha Jasa Konvensi, Perjalanan Insentif dan Pameran. Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Jakarta
Lawson, Fred. 1981. Convention and Exhibition Facilities. The Architectural Press Ltd. London
Mediastika, C. E. (2005). Akustika Bangunan: Prinsip-prinsip dan penerapannya di Indonesia. Penerbit Erlangga.Jakarta
Oxford University. 1991. Oxford Advanced Learner’s Dictionary. Oxford University. Inggris
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
You are free to:
- Share "” copy and redistribute the material in any medium or format
- Adapt "” remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially
Under the following terms:
- Attribution "” You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- No additional restrictions "” You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.
Notices:
- You do not have to comply with the license for elements of the material in the public domain or where your use is permitted by an applicable exception or limitation.
- No warranties are given. The license may not give you all of the permissions necessary for your intended use. For example, other rights such as publicity, privacy, or moral rights may limit how you use the material.