RUMAH SEHAT LANSIA KOTA PONTIANAK PROVINSI KALIMANTAN BARAT
DOI:
https://doi.org/10.26418/jmars.v6i1.25414Abstract
Berkembangnya zaman dan bertambahnya jumlah penduduk menuntut masyarakat di Pontianak untuk meningkatkan kesibukan agar dapat bersaing dan bertahan hidup. Namun, banyaknya aktivitas anggota keluarga dapat berdampak kepada kondisi fisik dan psikis orang tua mereka yang perkembangannya membutuhkan perhatian lebih. Pada beberapa tempat, terdapat panti jompo yang menjadi tempat tinggal baru bagi lansia. Namun di Kota Pontianak, lansia tidak terbiasa untuk tinggal terpisah dari keluarga dan rumah mereka. Lansia di Kota Pontianak membutuhkan tempat di mana mereka dapat mendapatkan perhatian penuh pada kondisi dan perkembangan kesehatan mereka serta wadah untuk berkegiatan tanpa membuat mereka meninggalkan rumah dan keluarganya. Rumah Sehat Lansia Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat adalah wadah aktivitas dan sosialisasi bagi lansia yang didesain untuk meningkatkan mutu kesehatan fisik dan psikis mereka dari pagi hingga sore hari. Fasilitas-fasilitas dalam Rumah Sehat Lansia disediakan berdasarkan pada kebutuhan dalam terapi fisik bernama Terapi Non-Farmakologi dan terapi psikis bernama Terapi Lingkungan. Lokasi rancangan, penyediaan fasilitas serta desain Rumah Sehat Lansia ditentukan dengan berpegang pada konsep "Healthy Environment" yang memperhatikan kondisi kesehatan lansia sebagai poin pertimbangan utama. Rumah Sehat Lansia terbagi atas zona-zona yang disusun menyesuaikan dengan jenis aktivitas dan didesain dengan berorientasi pada arah matahari yang bermanfaat bagi kesehatan lansia.
Kata Kunci : Wadah Aktivitas dan Sosialisasi, Sehat, Lansia
References
Fermasari, Riza. 2011. Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) di Kota Pontianak : Tugas Akhir Sarjana Strata 1 Program Studi Arsitektur Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura. Pontianak
Hetyorini dan Dwi Ngestiningsih. 2015. Kajian Geriatri dan Ruag Terbuka Publik dalam Mendukung Penyediaan Taman Lansia di Kota Semarang : Jurnal Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim. Semarang
Hidayat, Wisnu. 2011. Efektivitas Pemberian Tambahan Terapi Non Farmakologis untuk Mencegah Kenaikan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi Stadium I : Skripsi Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang. Semarang
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2013. Gambaran Kesehatan Lanjut Usia di Indoensia : Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta
Mardiyanti, Rochmani Eka dan Yoyok Bekti Praseyto. 2012. Depresi pada Usia Lanjut: Implementasi Terapi Lingkungan di Panti Werdha : Jurnal Keperawatan. Universitas Muhammadiyah. Malang
Muhith, Abdul dan Sandu Siyoto. 2016. Pendidikan Keperawatan Gerontik. Penerbit Andi. Yogyakarta
Neufert, Ernst. 2002. Data Arsitek Jilid 2. Penerbit Erlangga. Jakarta
Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia. 2015. Pedoman Tatalaksana Gagal Jantung. PERKI. Jakarta
Sekretariat Negara Republik Indonesia. 1998. Undang-Undang No. 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia. Sekretariat Negara Republik Indonesia. Jakarta
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
You are free to:
- Share "” copy and redistribute the material in any medium or format
- Adapt "” remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially
Under the following terms:
- Attribution "” You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- No additional restrictions "” You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.
Notices:
- You do not have to comply with the license for elements of the material in the public domain or where your use is permitted by an applicable exception or limitation.
- No warranties are given. The license may not give you all of the permissions necessary for your intended use. For example, other rights such as publicity, privacy, or moral rights may limit how you use the material.