PUSAT STUDI LINTAS BUDAYA KALIMANTAN BARAT
DOI:
https://doi.org/10.26418/jmars.v6i2.27423Abstract
Provinsi Kalimantan Barat memiliki ragam budaya yang terdiri dari tiga etnis mayoritas, yaitu: Melayu, Dayak, dan Tionghoa. Pelestarian kebudayaan di Kalimantan barat perlu dilakukan agar tidak hilang oleh globalisasi dan modernisasi. Pada saat ini, lembaga atau organisasi yang bergerak di bidang edukasi dan informasi kebudayaan masih sangat minim, bergerak terpisah dan beberapa diantaranya tidak lagi aktif, akibatnya informasi dan pengetahuan kebudayaan belum terfasilitasi dengan baik. Perencanaan dan perancangan Pusat Studi Lintas Budaya Kalimantan Barat dibutuhkan untuk menjadi wadah edukasi, informasi, pelestarian serta menggambarkan kebudayaan. Perancangan ini memiliki fungsi penelitian, pembelajaran dan informasi. Konsep utama yang digunakan adalah "Semesta Khatulistiwa" yang menggambarkan keberagaman suku, ras, dan budaya di Kalimantan Barat, yang hidup berbaur dan berdampingan. Penerapan konsep dilakukan dengan mengadaptasi pengalaman ruang, bentuk, dan ornamen arsitektur vernakular dari 3 etnis mayoritas ke dalam bentuk baru. Bentuk dasar panjang dan panggung mengadaptasi rumah betang Dayak dengan memunculkan susunan kolom struktur pada sisi bangunan yang diangkat. Adaptasi courtyard rumah tradisional Tionghoa sebagai amphitheater atau ruang terbuka yang memaksimalkan pencahayaan dan penghawaan alami sehingga meminimalkan penggunaan energi. Pembagian ruang mengadaptasi rumah tradisional Melayu yang terdiri dari zona publik didepan, bagian penghubung di tengah dan bagian belakang yang terpisah sebagai area servis.
Kata Kunci : Pusat Studi, Lintas Budaya, Kalimantan Barat, Perancangan Arsitektur
References
Chiara, Joseph De; John Callender. 1983. Time-Saver Standards For Building Types: 2nd edition. National Printers Lt.Singapura
Jocunda, Silvia. 2014. Pusat Informasi Budaya Tionghoa Kalimantan Barat. Jurnal Online Mahasiswa Arsitektur Universitas Tanjungpura Volume 2 No 1. Fakultas Teknik, Program Studi Arsitektur, Universitas Tanjungpura. Pontianak
Koentjaraningrat. 2002. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta
Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia. 1993. TAP MPR No. 2 Tahun 1993 tentang Garis – Garis Besar Haluan Negara.. Jakarta
Nugroho, Sri Cahyadi. 2017. The Easerum Epicentre Pusat Studi Gempa Bumi Di Kabupaten Bantul, D.I.Yogyakarta. Fakultas Teknik Program Studi Arsitektur, Universtitas Atma Jaya. Yogyakarta
Peraturan Daerah No. 2 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah Pontianak Tahun 2013 – 2033. Lembaran Daerah Kota Pontianak Tahun 2013, No. 117. Sekretariat Negara. Jakarta
Pusat Bahasa Departemen Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pusat Bahasa Departemen Nasional. Jakarta
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
You are free to:
- Share "” copy and redistribute the material in any medium or format
- Adapt "” remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially
Under the following terms:
- Attribution "” You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- No additional restrictions "” You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.
Notices:
- You do not have to comply with the license for elements of the material in the public domain or where your use is permitted by an applicable exception or limitation.
- No warranties are given. The license may not give you all of the permissions necessary for your intended use. For example, other rights such as publicity, privacy, or moral rights may limit how you use the material.