RESTORAN MELAYU PONTIANAK
DOI:
https://doi.org/10.26418/jmars.v6i2.31366Abstract
Makanan adalah kebutuhan utama untuk bertahan hidup. Makanan memiliki banyak variasi, baik dari segi komposisi nutrisi, rasa, teknik pembuatan, penyajian dan cara menikmatinya. Indonesia adalah negara besar yang terdiri dari ribuan pulau, suku bangsa dan budaya. Setiap daerah memiliki makanan khasnya masing-masing, termasuk Kota Pontianak yang berada di Provinsi Kalimantan Barat. Pada kota ini hidup berbagai macam suku, seperti Dayak, Madura, Jawa, Bugis, dan lain-lain, serta suku Melayu yang menjadi mayoritas disana. Melihat kondisi ini diperlukannya tempat yang berfokus pada pelestarian makanan khas Melayu dalam bentuk bangunan yang menyediakan tempat makan khusus yaitu Restoran Melayu Pontianak. Lokasi Restoran Melayu ini rencananya berada di tepi Sungai Kapuas di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Pontianak Selatan, yang merupakan kawasan strategis yang berada di pusat kota Pontianak dan berhadapan langsung dengan Sungai Kapuas. Konsep bangunan Restoran Melayu ini mengacu pada konsep Rumah Adat Tradisional Melayu dan Istana Kadariah, yang secara umum berbentuk simetris, memiliki pagar disekelilingnya, teras yang lebar, lantai dan dinding berbahan kayu, serta memiliki banyak jendela dan ventilasi sebagai sarana sirkulasi udara yang optimal. Setiap ruangan memiliki dua areamakan yang berbeda, yaitu area meja-kursi dan Saprahan (makan dengan duduk bersila di atas lantai).
Kata kunci: Restoran, Rumah Adat Melayu, Makanan Khas
References
Aditama,Andri Prasetia. 2011.Jogja Resto dan Galeri Seni Lukis di Yogyakarta. Program Sarjana S-1 Teknik,Program Studi Arsitektur Universitas Atma Jaya. Yogyakarta
Ahyat, Ita Syamtasiyah. 2012. Dinamika dan Pengaruh Budaya Melayu di Kalimantan Barat. Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia. Depok
BadanPusat Statistik Kota Pontianak.2003.Kota Pontianak Dalam Angka. Badan Pusat Statistik. Kota Pontianak
Badan Pusat Statistik Kota Pontianak.2014.Kota Pontianak Dalam Angka. Badan Pusat Statistik. KalimantanBarat. Pontianak
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2003. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1098/MMENKES/SK/VII/2003 tentang Persyaratan Hygiene Sanitasi Rumah Makan Dan Restoran. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta
Neufert, Ernest.2002. Data Arsitek Jilid 2 Ed.33.Erlangga. Jakarta
Soekresno. 2000. Management Food and Beverage, Service Hotel. PT Gramedian Pustaka. Jakarta
Wiwoho, Ardjuno. 2008. Pengetahuan Tata Hidang Teori dan Praktik. Erlangga. Jakarta
Yusriadi. 2002. Fenomena Masuk Islam di Pedalaman Kalimantan Barat: Menyusuri Etimologi Lubuk Melayu. Khatulistiwa Journal of Islamic Studies. Vol.1 No.2 Maret 2002.Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN). Pontianak
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
You are free to:
- Share "” copy and redistribute the material in any medium or format
- Adapt "” remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially
Under the following terms:
- Attribution "” You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- No additional restrictions "” You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.
Notices:
- You do not have to comply with the license for elements of the material in the public domain or where your use is permitted by an applicable exception or limitation.
- No warranties are given. The license may not give you all of the permissions necessary for your intended use. For example, other rights such as publicity, privacy, or moral rights may limit how you use the material.