KAWASAN AGROWISATA ORGANIK DI PONTIANAK
DOI:
https://doi.org/10.26418/jmars.v7i1.31501Abstract
Fenomena parkiran Taman Alun Kapuas yang memakan setengah badan Jalan Rahadi Usman ketika akhir pekan menunjukkan bahwa masyarakat Kota Pontianak menyenangi ruang terbuka sebagai tempat berekreasi. Tidak hanya kekurangan tempat wisata ruang terbuka, Pontianak juga mengalami masalah dengan luas panen tanaman pertanian yang menurun setiap tahun. Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kota Pontianak merespons fenomena tersebut dengan membuat percontohan budidaya sayuran daun organik. Di sisi lain, pemerintah Kota Pontianak memiliki sebidang tanah di Jalan Purnama 2, dekat dengan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang melakukan pembuatan pupuk organik sehingga dapat mendukung adanya kawasan agrowisata organik. Perancangan kawasan agrowisata organik di Pontianak dilakukan dengan mengidentifikasi dan menganalisis fungsi rekreasi, edukasi, dan usaha bagi pengelola kawasan untuk diaplikasikan pada tapak berdasarkan konsep organik (alami). Konsep ini diaplikasikan pada perancangan tata ruang luar yang minim perkerasan, tidak menebang pohon-pohon besar existing, dan pemanfaatan vegetasi sebagai peneduh; tata ruang dalam yang mengandalkan pencahayaan dan penghawaan alami, meminimalisir penggunaan dinding masif, dan penggunaan sistem struktur serta tata massa yang sesuai dengan kondisi lahan; serta pemanfaatan air hujan untuk sistem irigasi, cahaya matahari sebagai sumber energi alternatif, dan pemanfaatan sampah botol untuk media tanam dan sampah terurai sebagai komposter.
Kata kunci: agrowisata, organik, Pontianak
References
Agus, Lamdhy; Maya Dwi; Annisa Dwi R.; Meiliyani A.; Faris Affan Neiriyana; dan Muhammad Afifi. 2010. Analisa alun-alun Kota Blora. Universitas Diponegoro. Semarang
Badan Perancanaan Pembangunan Daerah Kota Pontianak. 2012. Masterplan Ruang Terbuka Hijau Kota Pontianak-Laporan Akhir. Badan Perancanaan Pembangunan Daerah Kota Pontianak. Pontianak
Badan Pusat Statistik Kota Pontianak. 2015. Kota Pontianak dalam Angka 2014. Pemerintah Kota Pontianak. Pontianak
Badan Standardisasi Nasional Panitia Teknis 65-03 Pertanian. 2010. Sistem Pangan Organik (SNI 6729:2010). Badan Standardisasi Nasional. Jakarta
Direktorat Pengembangan Kawasan Khusus dan Tertinggal Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. 2004. Tata Cara Perencanaan Pengembangan Kawasan untuk Percepatan Pembangunan Daerah. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Jakarta
Sekretariat Daerah Kota Pontianak. 2013. Peraturan Daerah Kota Pontianak Nomor 2 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Pontianak Tahun 2013-2033. Sekretariat Daerah Kota Pontianak. Pontianak
Utama, I Gusti Bagus Rai. 2012. Agrowisata sebagai Pariwisata Alternatif di Indonesia-Solusi Masif Pengentasan Kemiskinan. Universitas Dhyana Pura. Denpasar
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
You are free to:
- Share "” copy and redistribute the material in any medium or format
- Adapt "” remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially
Under the following terms:
- Attribution "” You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- No additional restrictions "” You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.
Notices:
- You do not have to comply with the license for elements of the material in the public domain or where your use is permitted by an applicable exception or limitation.
- No warranties are given. The license may not give you all of the permissions necessary for your intended use. For example, other rights such as publicity, privacy, or moral rights may limit how you use the material.