YOUTH CENTER KALIMANTAN BARAT DI KUBU RAYA

Authors

  • Sandy Sandy Universitas Tanjungpura
  • Yudi Purnomo Universitas Tanjungpura
  • Affrilyno Affrilyno Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/jmars.v14i1.99938

Keywords:

Keywords, Youth Center, Adolescence, West Kalimantan

Abstract

Adolescence is a transitional phase from childhood to adulthood. Teenagers require dedicated facilities where they can gather, engage in discussions, and share ideas. A significant issue in fostering youth creativity is the lack of adequate infrastructure and facilities for teenagers in West Kalimantan. One solution to this issue is the development of a Youth Center. The Youth Center of West Kalimantan, located in Kubu Raya, is designed to accommodate three main functions—education, recreation, and sports—aiming to support the development of skills, creativity, and social interaction among youth. The design method employed refers to R. Whitaker approach, which includes the stages of introduction, definition, preparation, analysis, synthesis, evaluation, and reevaluation. The result achieved in designing this building is a single-mass structure that adopts a comfortable and adaptive communal space concept, which is applied across several areas of the building.. The result of this design process is a communal space that serves as a platform for social interaction, allowing teenagers to engage in various activities together.

References

Air Combat Command Youth Center. (1999). Youth Center Standards and Facilities Guides. USA: Air Combat Command Directore of Service.

Antari, I. (2023). Psikologi Perkembangan Remaja. Purbalingga: Eureka Media Ekrasa.

Archdaily. (2012). Dynamo/diederendirrix. Dipetik September 6, 2024, dari https://www.archdaily.com/220900/dynamo-diederendirrix

Archdaily. (2012). The Gary Comer Youth Center / John Ronan Architects. Dipetik September 6, 2024, dari https://www.archdaily.com/189411/the-gary-comer-youth-center-john-ronan-architects?ad_source=search&ad_medium=projects_tab

Archello. (2019). Aliaga Youth Center. Dipetik September 6, 2024, dari https://archello.com/project/aliaga-youth-center

Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat. (2024). Provinsi Kalimantan Barat Dalam Angka Tahun 2024. Kalimantan Barat: Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat.

BKKBN. (2024). Bina Keluarga Remaja. Dipetik September 10, 2024, dari https://kampungkb.bkkbn.go.id/kampung/6237/intervensi/985337/bina-keluarga-remaja

Chiara, J. D., & Callender, J. (1983). Time-saver Standards For Building Types 2nd Edition. New York: McGraw-Hill Book.

Dictionary, C. (2024). Youth Center. Dipetik September 10, 2024, dari https://www.collinsdictionary.com/dictionary/english/youth-centre

DIY, B. (2017). Youth Centre Yogyakarta. Dipetik September 6, 2024, dari https://bpo-diy.or.id/sarpras/youth-center/

Eric, G. M. (2017). Design Youth Center Whole Building Design Guide. Dipetik September 8, 2024 dari https://www.wbdg.org/building-types/community-services/youth-centers

Erikson, E. H. (2010). Childhood and Society. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

F.J.Monks, & Haditono, S. R. (2006). Psikologi Perkembangan. Yogyakarta: Gajah Mada University.

FINA. (2021). FINA Facilites Rules. Swiss: Federation Internationale de Natation.

Hurlock, E. B. (1982). Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga.

KBBI. (2024). Gelanggang remaja. Dipetik September 10, 2024, dari https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/gelanggang%20remaja

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2014 Tentang Upaya Kesehatan Anak. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 14/PRT/M/2017 Tahun 2017 tentang Persyaratan Kemudahan Bangunan Gedung. Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia

Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. (1986). Pedoman Penyelenggaraan Gelanggang Remaja. Jakarta: Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.

Kementerian Pemuda Dan Olahraga Republik Indonesia. (2024). Pedoman Penyediaan Prasarana Kepemudaan Dan Sarana Kepemudaan Di Daerah. Jakarta: Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia. (2023). Resmikan Papua Youth Creative Hub, Presiden: Tingkatkan Kesejahteraan dan Kemajuan Papua. Dipetik September 6, 2024, dari https://menpan.go.id/site/berita-terkini/dari-istana/resmikan-papua-youth-creative-hub-presiden-tingkatkan-kesejahteraan-dan-kemajuan-papua

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2013). Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesenian. Jakarta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Kumparan. (2020, Oktober 23). 5 Ikon Kota Pontianak yang Akrab dengan Generasi 90 dan Sudah Hilang. Diambil kembali dari Kumparan.com: https://kumparan.com/hipontianak/5-ikon-kota-pontianak-yang-akrab-dengan-generasi-90-dan-sudah-hilang-1uRhbfxYWuB

Mappiare, A. (1982). Psikologi Remaja. Surabaya: Usaha Nasional.

Neufert, E. (2002). Data Arsitek Jilid 2. Jakarta: Erlangga.

Nursanti, A. (2009). Gelanggang Remaja di Yogyakarta Suatu Studi Bentuk yang Mencitrakan Karakter Remaja Masa Kini. Jurnal UAJY.

Padang Youth Center. (2024). Padang Youth Center. Dipetik September 6, 2024, dari http://youthcenter.padang.go.id/

Sekretariat Negara Republik Indonesia. (2009). UU 40 Tahun 2009 Tentang Kepemudaan. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Downloads

Published

2026-01-26

Issue

Section

Design Articles (Student)