PROFIL DOSIS ANTIHIPERTENSI DALAM MENCEGAH HIPERTENSI INTRADIALITIK PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RSI YARSI PONTIANAK
Abstract
Pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis berisiko untuk
terjadinya hipertensi intradialitik. Untuk mencegah terjadinya hipertensi
intradialitik diperlukan antihipertensi. Beberapa antihipertensi memiliki sifat
mudah terdialisis pada saat proses hemodialisis, sehingga diperlukan penyesuaian
dosis antihipertensi. Metode penelitian ini merupakan metode observasional
dengan rancangan penelitian potong lintang (cross sectional) yang bersifat
deskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif berdasarkan catatan
rekam medis pasien rawat jalan di RSI Yarsi selama periode Januari-Desember
2017. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 30% pasien gagal ginjal
kronik yang menjalani hemodialysis mengalami hipertensi intradialitik. Kasus
hipertensi intradialitik paling banyak terjadi pada pasien yang menggunakan
antihipertensi golongan CCB (Calcium Channel Blocker) dengan dosis 2 kali
dosis awal yaitu sebanyak 13,33%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah
penggunaan antihipertensi golongan CCB mungkin beresiko untuk terjadinya
hipertensi intradialitik.
Kata kunci: Gagal ginjal kronik, hemodialisis, hipertensi intradialitik