KAJIAN INTERAKSI OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HEMODIALISIS DI RUMAH SAKIT UMUM YARSI PONTIANAK TAHUN 2017

Authors

  • Salfitri .

Abstract

Penyakit gagal ginjal kronik (GGK) merupakan penyakit ginjal stadium akhir. Pasien GGK
memerlukan terapi pengganti ginjal seperti hemodialisis. Selain hemodialisis, pasien GGK juga
diberikan terapi obat secara polifarmasi yang terdiri dari obat antihipertensi dan golongan obat
lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis obat antihipertensi yang sering
berinteraksi dan mengkaji interaksi obat berdasarkan mekanisme kerja serta tingkat keparahan pada
pasien GGK yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini merupakan penelitian observasional
dengan rancangan studi potong lintang (cross sectional) yang bersifat deskriptif, pengumpulan data
dilakukan secara retrospektif berdasarkan catatan rekam medik pasien. Data peresepan yang didapat
pasien GGK sebelum menjalani hemodialisis di analisis menggunakan software drugs.com. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa dari 32 sampel terdapat kejadian interaksi obat sebesar 37,50%.
Obat yang paling sering berinteraksi adalah golongan CCB yaitu amlodipin sebesar 45,83% dan
golongan ACEI yaitu kaptopril sebesar 33,33%. Interaksi obat yang terjadi berdasarkan mekanisme
kerja obat yaitu farmakodinamik sebesar 79,17%, farmakokinetik sebesar 8,33% dan yang tidak
diketahui mekanisme interaksinya sebesar 12,50%. Sedangkan berdasarkan tingkat keparahannya
yaitu minor sebesar 29,17%, moderat sebesar 62,50% dan mayor sebesar 8,33%. Kesimpulan dari
penelitian ini adalah obat antihipertensi yang paling banyak digunakan yaitu CCB, sedangkan
interaksi obat yang sering terjadi yaitu mekanisme kerja farmakodinamik dan tingkat keparahannya
moderat.
Kata kunci: Gagal ginjal kronik, Hemodialisis, Interaksi obat.

Downloads

Published

2018-12-17