PENGARUH NEUROPROTEKTAN TERHADAP ANGKA GCS (GLASGOW COMA SCALE) PASIEN STROKE ISKEMIK RAWAT INAP DI RSUD SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE PONTIANAK PERIODE JANUARI-DESEMBER 2016

Authors

  • Ade Artha Saragi .

Abstract

Stroke merupakan penyakit serebrovaskuler yang terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan
kerusakan neurologis. Pasien stroke pada umumnya mengalami gangguan fungsi motorik dan
kognitif. Terapi untuk memulihkan fungsi neurologis salah satunya dengan pemberian
neuroprotektan. Neuroprotektan yang biasa digunakan yaitu pirasetam dan sitikolin. Perbaikan
fungsi neurologis dapat dilihat dengan peningkatan angka GCS (Glasgow Coma Scale) pada
pasien stroke. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan neuroprotektan
secara kombinasi dan penggunaan neuroprotektan secara tunggal dalam meningkatkan angka
GCS pada 40 pasien stroke iskemik di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak.
Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan menggunakan rancangan
penelitian potong lintang (cross sectional). Hasil dari penelitian ini menunjukan pasien stroke
iskemik yang menggunakan terapi neuroprotektan tunggal sebanyak 20 pasien dengan hasil
yang mengalami peningkatan angka GCS sebanyak 6 pasien dengan persentase 28,6% dan
yang tidak mengalami peningkatan angka GCS sebanyak 14 pasien dengan persentase 73,7%.
Pada pasien stroke iskemik yang menggunakan terapi kombinasi sebanyak 20 pasien dengan
hasil yang mengalami peningkatan angka GCS sebanyak 15 pasien dengan persentase 71,4%
dan yang tidak mengalami peningkatan angka GCS sebanyak 5 pasien dengan persentase
26,3%. Besarnya nilai Odd Ratio (OR) yang diperoleh adalah 7,00. Artinya adalah OR > 1,
yang bermakna bahwa pasien yang menerima terapi kombinasi 7,00 kali lebih besar mengalami
perubahan pada peningkatan angka GCS dibandingan pasien yang hanya menerima terapi
tunggal pirasetam dan sitikolin.
Kata kunci: stroke iskemik, sitikolin, pirasetam, GCS (Glasgow Coma Scale)

Downloads

Published

2018-12-19