Penentuan Konsentrasi Hambat Minimum Ekstrak Etanol Daun Bambu (Bambusa vulgaris) terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis Secara In Vitro

Authors

  • Kelly Zhiang .

Abstract

Infeksi yang banyak terjadi di negara berkembang seperti Indonesia yaitu infeksi kulit
yang utamanya disebabkan oleh keadaan sanitasi yang buruk. Bakteri Staphylococcus
epidermidis merupakan salah satu bakteri Gram positif yang dapat menyebabkan infeksi
kulit. Ekstrak etanol daun bambu (Bambusa vulgaris) memiliki kandungan senyawa yang
berpotensi memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai
KHM (Konsentrasi Hambat Minimum) ekstrak etanol daun bambu terhadap bakteri
Staphylococcus epidermidis tersebut. Penelitian dilakukan menggunakan metode disc
diffusion Kirby-Bauer. Hasil uji menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun bambu dapat
menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis dengan nilai KHM yaitu
10 mg/mL dan diameter zona hambat 8,3 mm. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu
ekstrak etanol daun bambu (Bambusa vulgaris) memiliki zona hambat dengan nilai KHM
10 mg/mL terhadap Staphylococcus epidermidis.

Kata kunci: Ekstrak etanol daun bambu, Staphylococcus epidermidis, disc diffusion,
KHM (Konsentrasi Hambat Minimum).

 

Downloads

Published

2018-12-20