EVALUASI FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JUMLAH PERKAWINAN TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) SECARA KUALITATIF
Abstract
Tikus putih (Rattus norvegicus) banyak digunakan sebagai hewan percobaan pada berbagai penelitian.
Kondisi kandang tikus yang tidak sesuai dengan yang seharusnya akan berdampak tidak baik terhadap tikus.
Tujuan dari penellitian ini adalah untuk melihat pengaruh lingkungan terhadap jumlah perkawinan tikus.Tikus
putih yang digunakan adalah tikus dengan galur Sprague Dawley dengan umur 2-3 bulan. Hewan uji
diaklimatisasi sesuai dengan pembagian kelompok uji selama 1 minggu. Hewan uji yang masuk dalam
kelompok 1 (K1) diletakkan pada lingkungan dengan kondisi sirkulasi udara yang tidak lancar, cahaya yang
kurang, suhu ruang yang tinggi dan kotor. Kelompok 2 (K2) diletakkan pada lingkungan dengan kondisi
sirkulasi udara yang lancar, cahaya yang cukup, suhu ruang yang baik dan bersih. Tikus betina disatukan
dengan tikus jantan dengan perbandingan 5:2 selama 5 hari. Tikus yang dikawinkan menunjukkan adanya
tingkah laku sebelum tikus kawin yaitu berupa tikus jantan mengendus vagina dan menunggangi tikus betina.
Hasil pemeriksaan apusan vagina menunjukkan bahwa tikus pada Kelompok 1 tidak ditemukan adanya benang
sperma dan tikus pada Kelompok 2 menunjukkan adanya benang sperma. Berdasarkan hasil pengamatan,
lingkungan dengan sirkulasi udara yang lancar, cahaya yang cukup, suhu ruang yang baik dan bersih membuat
hewan uji lebih nyaman untuk melakukan perkawinan dibanding dengan lingkungan dengan sirkulasi udara
yang tidak lancar, cahaya yang kurang, suhu ruang yang tinggi dan kotor.
Kata Kunci: Tikus, Kawin, Lingkungan