GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT ANGIOTENSIN II RECEPTOR BLOCKER PADA PASIEN GAGAL JANTUNG RAWAT INAP DI RSUD SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE KOTA PONTIANAK
Abstract
Penggunaan ARB diketahui memberikan efek yang baik pada pasien gagal jantung
dengan riwayat hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan ARB dan
dampak penurunan tekanan darah pada pasien gagal jantung di RSUD Sultan Syarif Mohamad
Alkadrie Kota Pontianak. Metode penelitian ini adalah metode observasional dengan rancangan
penelitian studi potong lintang (Cross Sectional Study) yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data
dilakukan secara retrospektif menggunakan data rekam medis pasien gagal jantung yang dirawat
inap selama Januari hingga Desember 2016. Subyek yang ikut serta dalam penelitian ini adalah
yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah subyek yang digunakan adalah sebanyak 28
pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ARB bervariasi, antara lain Telmisartan
sebanyak 39,28%, Valsartan sebanyak 60,00%, Kandesartan sebanyak 10,71%, Irbesartan
sebanyak 3,57%, Telmisartan + Valsartan sebanyak 3,57%. Dampak penurunan TDS/TDD pada
pasien yang menggunakan Telmisartan, Valsartan, Kandesartan, Irbesartan, kombinasi
Telmisartan secara berturut-turut sebesar 9/9 mmHg, 10/16 mmHg, 44/20 mmHg, 30/30 mmHg,
dan 10/10 mmHg. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa golongan ARB yang paling banyak
digunakan adalah Valsartan. Namun demikian, Kandesartan merupakan golongan ARB yang
memberikan dampak penurunan TDS/TDD yang paling efektif dibanding golongan ARB lainnya.
Kata Kunci: Gambaran, Angiotensin II Receptor Blocker, Gagal Jantung, Hipertensi.