GAMBARAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN ANAK YANG MENDERITA DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD SULTAN SYARIF MOHAMMAD ALKADRIE PONTIANAKTAHUN 2017
Abstract
Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh
infeksi virus. Pemakaian antibiotik pada kondisi DBD tanpa komorbid, akan menimbulkan
resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase penggunaan antibiotik
pasien DBD tanpa komorbid dan indikasi pemberian antibiotik. Penelitian ini merupakan
penelitian observasional dengan rancangan studi potong lintang (cross sectional) bersifat
deskriptif, pengumpulan data dilakukan secara retrospektif berdasarkan catatan rekam medik
pasien. Data yang diperoleh dari catatan rekam medik diolah menggunakan Microsoft Excel.
Hasil penelitian ini menunjukan persentase penggunaan antibiotik pada DBD tanpa komorbid 7
dari 23 pasien (30,43%). Indikasi pasien DBD yang mendapatkan antibiotik yaitu Infeksi
Saluran Kemih (ISK) (ampisilin 3,3%, amoksilin 3,3%, seftriakson 6,7%, sefiksim 3,3%),
Sindrom Nefritik Akut (SNA) (sefiksim 3,3%, sefotaksim 3,3%), asites (seftriakson 3,3%,
azitromisin 3,3%), tifoid (seftriakson 23,3%, sefiksim 10%), leukemia berat (seftriakson 3,3%),
sepsis (sefotaksim 3,3%), dispepsia (seftriakson 3,3%, sefiksim 3,3%). Kesimpulan dari
penelitian ini adalah masih ditemukan penggunaan antibiotik pada pasien DBD tanpa komorbid.
Antibiotik perlu dipertimbangkan untuk menghindari risiko resistensi dan efektivitas antibiotik
tidak optimum, serta golongan terbanyak yang digunakan yaitu sefalosporin generasi III.
Kata kunci : Demam Berdarah Dengue, Antibiotik, Pasien Anak.